MANGAN

Cebakan bijih mangan dapat terbentuk melalui beberapa genesa, diantaranya : proses hidrotermal atau biasa disebut sebagai primer, proses sedimentasi bawah laut, proses pengkayaan supergen dan proses pelapukan/ laterit residu.
Endapan mangan primer yang terjadi karena proses hidrotermal dicirikan oleh hadirnya produk hidrotermal berupa zona batuan atau mineral ubahan, breksi hidrotermal, silisifikasi atau silisikasi baik dalam bentuk urat-urat atau batuan yang terkersikkan, disamping stockwork. Endapan mangan terbentuk karena proses presipitasi akibat thermal effect atau karena replacement process oleh fluida hidrotermal pada batuan samping.
Endapan mangan sekunder terjadi oleh karena endapan mangan primer yang sudah terbentuk sebelumnya mengalami proses pelapukan, pengikisan atau pelarutan yang kemudian diendapkan kembali, baik ditempat yang sama atau dipindahkan ke tempat lain. Proses sekunder di dominasi oleh agen pelapukan dan media air, yang menghasilkan jejak-jejak pembentukan yang khas seperti gejala oksidasi, percampuran dengan detritus lainnya, struktur perlapisan, atau nodul-nodul, yang menggambarkan manifestasi dari agen-agen tersebut. Untuk dapat mengungkap genesa deposit mangan di daerah tersebut, dilakukan pendekatan dengan cara telaah data sekunder, pengamatan geologi lapangan dan analisis laboratorium. Dengan memeriksa asosiasi, penampakan, tekstur dan struktur deposit baik mikro maupun di lapangan diharapkan dapat diketahui proses genesanya.
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()