TIMAH

Berikut sekilas tentang TIMAH (Sn)

KARAKTERISTIK


Timah putih (Sn) adalah logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, berat jenis 7,3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, tidak mudah teroksidasi, sehingga tahan karat. Logam timah putih bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Timah diperoleh terutama dari mineral kasiterit yang terbentuk sebagai oksida.

Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang diketahui. Timah merupakan logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk, ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi. Jika struktur ini dipatahkan, terdengar suara yang sering disebut tangisan timah. ketika sebatang unsur ini dibengkokkan.

PROSES PEMBENTUKAN


Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan aluvium, eluvial, dan koluvium.

Mineral utama yang terkandung di dalam bijih timah berupa kasiterit, sedangkan pirit, kuarsa, zirkon, ilmenit, galena, bismut, arsenik, stibnit, kalkopirit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan. Timah putih dalam bentuk cebakan dijumpai dalam dua tipe, yaitu cebakan bijih timah primer dan sekunder. Pada tubuh bijih primer, kandungan kasiterit terdapat pada urat maupun dalam bentuk tersebar.

Proses oksidasi dan pengaruh sirkulasi air yang terjadi pada cebakan timah primer pada atau dekat permukaan menyebabkan terurainya penyusun bijih timah primer. Proses tersebut menyebabkan juga terlepas dan terdispersinya timah putih, baik dalam bentuk mineral kasiterit maupun berupa unsur Sn.

Proses pelapukan, erosi, transportasi dan sedimentasi yang terjadi terhadap cebakan bijih timah putih pimer menghasilkan cebakan timah sekunder, yang dapat berada pada tanah residu maupun letakan sebagai endapan koluvial, kipas aluvial, aluvial sungai maupun aluvial lepas pantai. Tubuh bijih primer yang berpotensi menghasilkan sumber daya cebakan timah letakan ekonomis adalah yang mempunyai dimensi sebaran permukaan erosi luas sebagai sumber dispersi.

Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral utama yaitu kasiterit, sedangkan pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan. Sumber timah Indonesia merupakan bagian jalur timah Asia Tenggara (The South East Tin Belt), jalur timah terkaya di dunia yang membentang mulai dari selatan China, Thailand, Birma, Malaysia sampai Indonesia. Genetis kehadiran timah bermula dengan adanya intrusi granit yang diperkirakan ± 222 juta tahun yang lalu pada Masa Triassic Atas, Magma yang bersifat asam mengandung gas SnF4, yang melalui proses pneumatolitik hidrotermal menerobos dan mengisi celah retakan, di mana terbentuk reaksi dasar: SnF4 + H2O SnO2 + HF2

GENESA ENDAPAN


Endapan Timah Primer
Pembentukan mineral primer secara garis besar dapat di klasifikasikan menjadi 5 jenis :
  1. Fase magmatik cair
  2. Fase pegmatitik
  3. Fase pneumatolitik
  4. Fase hidrothermal
  5. Fase vulkanik
Dari ke lima jenis fase endapan diatas akan menghasilkan sifat – sifat endapan yang berbeda – beda, yaitu yang berhubungan dengan :
a.       Kristalisasi magmanya
b.      Jarak endapan mineral dengan asal magma
c.       Bagaimana cara pengendapannya terjadi
  • Terbentuk karena kristalisasi magma atau di dalam magma
  • Terbentuk pada lobang – lobang yang telah ada
  • Reaksi kimia antara batuan yang telah ada dengan larutan pembawa bijih
d.      Bentuk endapan, masifstockwork, urat, perlapisan
e.      Waktu terbentuknya endapan

Endapan Timah Sekunder
Endapan timah sekunder berasal dari endapan timah primer yang mengalami pelapukan yang kemudian terangkut oleh aliran air dan akhirnya terkonsentrasi secara selektif berdasarkan perbedaan berat jenis dengan bahan lainnya. Berdasarkan tempat atau lokasi pengendapannya endapan bijih timah sekunder dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

Endapan Elluvial
Endapan elluvial adalah endapan bijih timah yang terjadi akibat pelapukan secara intensif. Proses ini diikuti dengan disentegrasi batuan samping dan perpindahan mineral kasiterit (SnO) secara vertikal sehingga terjadi konsentrasi residual.
Ciri – ciri endapan elluvial adalah sebagai berikut :
  • Keterdapatannya dekat sekali dengan batuan sumbernya
  • Tersebar pada batuan sedimen atau batuan granit yang telah lapuk
  • Ukuran butir agak besar dan angular
Endapan Kollovial
Endapan kollovial adalah endapan bijih timah yang terjadi akibat peluncuran hasil pelapukan endapan bijih timah primer pada suatu lereng dan terhenti pada suatu gradien yang agak mendatar diikuti dengan pemilahan.
Ciri – ciri endapan kollovial adalah sebagai berikut :
  • Butiran agak besar dengan sudut runcing
  • Biasanya terletak pada lereng suatu lembah
Endapan Alluvial
Endapan bijih yang terjadi akibat proses transportasi sungai, dimana mineral berat dengan ukuran butiran yang lebih besar diendapkan dekat dengan sumbernya, sedangkan mineral – mineral yang berukuran lebih kecil diendapkan jauh dari sumbernya.
Ciri – ciri endapan alluvial adalah sebagai berikut :
  • Terdapat di daerah lembah
  • Mempunyai bentuk butiran yang membundar
Endapan Miencan
Endapan bijih timah yang terjadi akibat pengendapan yang selektif secara berulang – ulang pada lapisan tertentu.
Ciri – ciri endapan miencan adalah sebagai berikut :
  • Endapan terbentuk lensa – lensa
  • Bentuk butiran halus dan bundar
Endapan Disseminated
Endapan bijih timah yang terjadi akibat transportasi oleh air hujan. Jarak transportasi sangat jauh sehingga menyebabkan penyebaran yang luas tetapi tidak teratur.
Ciri – ciri endapan disseminated adalah sebagai berikut :
  • Tersebar luas, tetapi bentuk dan ukurannya tidak teratur
  • Ukuran butir halus karena jarak transportasi jauh
  • Terdapat pada lapisan pasir atau lempung

KEGUNAAN


Penggunaan timah untuk paduan logam telah berlangsung sejak 3.500 tahun sebelum masehi, sebagai logam murni digunakan sejak 600 tahun sebelum masehi. Kebutuhan timah putih dunia setiap tahun sekitar 360.000 ton. Logam timah putih bersifat mengkilap, mudah dibentuk dan dapat ditempa (malleable), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat. Kegunaan timah putih di antaranya untuk melapisi logam lainnya yang berfungsi mencegah karat, bahan solder, bahan kerajinan untuk cendera mata, bahan paduan logam, casing telepon genggam. Selain itu timah digunakan juga pada industri farmasi, gelas, agrokimia, pelindung kayu, dan penahan kebakaran. Timah merupakan logam ramah lingkungan, penggunaan untuk kaleng makanan tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia. Kebanyakan penggunaan timah putih untuk pelapis/pelindung, dan paduan logam dengan logam lainnya seperti timah hitam dan seng. Konsumsi dunia timah putih untuk pelat menyerap sekitar 34% untuk solder 31%.



Berikutnya kita akan bahas tentang eksplorasi TIMAH,,,,,, ditunggu yah.
Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()