Kalsium sebagai Nutrisi Makro pada Tanaman

Tanaman juga membutuhkan kalsium untuk membuat protein. Kalsium merupakan bagian esensial dari struktur dinding sel tanaman, menyediakan pengangkutan dan retensi unsur-unsur yang lain di dalam tanaman. Kalsium juga diketahui sebagai unsur yang dapat melawan garam alkali dan asam organik di dalam suatu tanaman.

Kalsium dalam Tanah

Kalsium yang dapat diekstraksi dari tanah dapat berkisar antara 200 ppm (pasir) sampai 1,6% (kotoran). Kemampuan pertukaran kalsium dalam tanah sangat tergantung kepada kandungan lempung pada tanah. Semakin tinggi kapasitas pertukaran kation (CEC, Cation Exchange Capacity), semakin tinggi kandungan lempung dan semakin tinggi kadar kalsiumnya. Kalsium pada larutan tanah berkisar antara 30 sampai 300 ppm. Kesetimbangan kalsium pada tanah pasiran bisa menjadi kritis khususnya jika laju pemakaian potasium tinggi.
Persentase kejenuhan kation pada tanah dengan pH <7,0 dan CEC kurang dari 15 menggunakan persamaan berikut ini untuk menghitung dan menentukan laju penggunaan pupuk untuk menyeimbangkan tanah:
  • K: CEC (5,0 - Base Sat on Soil Report) / 100x936 = lbs K2O per acre
  • Mg: CEC (15 - Base Sat on Soil Report) / 100x240 = lbs Mg per acre
  • Ca: CEC (75 - Base Sat on Soil Report) / 100x400 = lbs Ca per acre

Jika diperlukan pengaturan pH tanah, maka penggunaan batugamping dapat mengatur baik pH maupun kadar kalsium pada tanah. Sebaliknya, jika pengaturan pH tanah tidak diperlukan dan hanya pengaturan kandungan kalsium, maka pengaturan kalsium dapat menggunakan gypsum.

Kalsium pada Tanaman

Kalsium hadir pada sitoplasma pada level yang mengindikasikan bahwa kalsium merupakan pakan mikro,  ̴0.1 ┬ÁM. Penggunaan kalsium pada tanaman dikontrol oleh sifat genetik. Fluktuasi kecil kadar Ca pada sitoplasma merupakan bagian dari mekanisme penandaan dari stres lingkungan.
Fungsi kalsium pada tanaman adalah sebagai pengaturan osmosis, yang merupakan bagian dari struktur dinding sel. Kalsium berfungsi memperkuat dinding sel untuk mengurangi penetrasi penyakit.

Sumberdaya Kalsium

Kalsium dapat bersumber dari pupuk buatan maupun mineral-mineral yang mengandung kalsium. Ada beberapa jenis kalsium yang bersumber dari pupuk buatan, yaitu:
  1. Kalsium karbonat (CaCO3), atau kalsium magnesium karbonat (CaMg(CO3)2), yang berasal dari batugamping. Kedua jenis ini biasanya digunakan untuk menetralkan keasaman tanah.
  2. Gypsum (CaSO4.2H2O).
  3. Kalsium nitrat (Ca(NO3)2 yang mengandung 19% Ca.
  4. Superfosfat tunggal (18-21% Ca) dan superfosfat triple (12-14% Ca).

Secara geologi kalsium dapat diperoleh dari beberapa jenis mineral, seperti Ca-feldspar (pelapukan silikat), kalsit/aragonit (CaCO3), dolomit (CaMg(CO3)2), gipsum (CaSO4.2H2O) dan anhidrit (CaSO4). Mineral-mineral karbonat dapat diperoleh dari batuan yang tersusun oleh mineral ini, seperti batugamping, chalk, dolomit, dan napal.
Batugamping adalah suatu batuan sedimen yang mengandung lebih dari 50% mineral-mineral kalsit dan dolomit. Chalk adalah batuan karbonat berwarna putih yang berukuran halus, yang mengandung 97,5-98,5% kalsium karbonat. Batudolomit atau sering disebut sebagai dolostone batuan karbonat yang secara dominan tersusun oleh dolomit.
Sumber Kalsium
Gambar : Batugamping sebagai Sumber Kalsium
Kalsium sulfat merupakan mineral yang paling umum dijumpai di alam sebagai sulfat alam. Gypsum mengandung 27% air, sedangkan anhidrit adalah bentuk gypsum tanpa air. Selain kedua mineral ini terdapat mineral yang semi stabil (metastable), yaitu basanit (CaSO4.1/2H2O). Baik gypsum maupun anhidrit terjadi dalam bentuk massa kristalin yang granular, kompak, atau berserat di dalam lapisan batuan sedimen. Batuan yang sering berasosiasi dengannya adalah dolomit dan serpih.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()