Magnesium sebagai Nutrisi Makro pada Tanaman

Meskipun magnesium merupakan pakan utama sekunder, Mg masih merupakan bahan pakan yang penting untuk pertumbuhan. Tanpa magnesium, tanaman tidak dapat menggunakan cahaya untuk membuat makanan. Tanaman juga membutuhkan magnesium untuk dapat mengatur bahan pakan yang lainnya dan untuk membentuk tunas.
Sebagian besar magnesium dalam tanah hadir dalam bentuk yang secara langsung tidak dapat digunakan oleh tanaman. Lebih kurang 5% dari total magnesium hadir dalam bentuk yang dapat saling bertukar. Ini terdiriatas magnesium yang terkandung dalam lempung dan partikel organik dalam tanah, dan magnesium yang larut dalam air. Tanah yang rendah kalsium maupun magnesium cenderung asam (pH rendah).
Magnesium juga berpengaruh terhadap struktur tanah lempung. Jika persentase magnesium yang dapat saling tukar lebih dari 20%, maka tanah bertambah sulit untuk diolah, karena magnesium menyebabkan partikel lempung berpisah-pisah. Konsentrasi magnesium sering bertambah dengan bertambahnya kedalaman.

Kebutuhan Tanaman akan Magnesium

Magnesium diambil oleh tanaman sebagai ion magnesium (Mg2+). Ini berperan kunci di dalam proses fotosintesis, merupakan bahan yang penting untuk klorofil, pewarna hijau pada daun dan dahan.
Kehadiran kation lain dalam tanah, atau penggunaan pupuk buatan dapat menyebabkan penurunan penyerapan magnesium oleh tanaman, misalnya kalsium (Ca2+), potasium (K+), soda (Na+) dan amonium (NH+4). Sebagai contoh, pemberian potasium secara menerus pada tanaman dengan tanah sedikit pasiran dapat menyebabkan penurunan magnesium.

Sumberdaya Magnesium

Magnesium dapat diperoleh baik dari pupuk buatan maupun dari mineral-mineral yang mengandung magnesium. Ada beberapa macam pupuk buatan yang mengandung magnesium, yaitu:
  1. Kalsium magnesium karbonat (dolomit). Bentuk murni dari material ini mengandung 20,8% Ca dan 12,5% Mg. Dolomit di pasaran biasanya mengandung 8-12,5% Mg. Dolomit dan produk yang berhubungan dengannya digunakan untuk menyediakan kalsium dan magnesium dan meningkatkan pH tanah.
  2. Magnesium oksida (Granomag AL7) adalah pupuk buatan yang kaya akan magnesium (54% Mg). Seperti halnya dolomit dan magnesit, magnesium oksida sangat lambat bereaksi dengan tanah.
  3. Potasium magnesium sulfat mengandung sekitar 18% K, 22% S dan 10,5% Mg. Pupuk ini dapat digunakan jika tanah segera membutuhkan magnesium, misalnya pada tanah yang kadar magnesiumnya rendah. Pupuk ini hanya dapat digunakan dalam keadaan kering.
  4. Magnesium sulfat [Liquifert Mag] (MgSO4 7H2O) atau sering disebut sebagai garam Epsom. Liquifert Mag mengandung 9,6% Mg dan 13% S. Ini digunakan jika akan memakai magnesium dalam larutan.

Secara geologi, ada beberapa mineral yang mengandung magnesium, seperti Bisofit (MgCl2.6H2O), Brusit (Mg(OH)2), Dolomit (CaCO3.MgCO3), Epsomit (MgSO4.7H2O), Magnesit (MgCO3), Huntit (Mg3Ca(CO3)4), Hidro-magnesit (Mg4(OH)2(CO3)3.4H2O), dan periklas (MgO). Dari semua jenis mineral ini, yang paling umum dijumpai adalah dolomit dan magnesit.
Dolomit biasanya mempunyai struktur kristal trigonal atau rombohedron sederhana; secara sik tidak berwarna, putih, kadang kehijauan-keabuan, merah muda, transparan dengan kilap kaca sampai mutiara. Mineral ini mempunyai kekerasan antara 31/2 - 4 dengan berat jenis 2,9 gr/cm3. Dari mineral ini dapat diperoleh 8 - 12,5% Mg.
Sumber Magnesium
Gambar : Dolomit sebagai Sumber Magnesium
Magnesit mempunyai struktur kristal trigonal dengan warna mulai dari putih sampai hitam, abu-abu, biru (kristalin), kuning (kriptokristalin) dan menunjukkan kilap kaca. Mineral ini mempunyai kekerasan 3.5-5 dengan berat jenis 2,9-3 gr/cm3. Dari mineral ini dapat diperoleh sekitar 47,8% MgO. Magnesit merupakan hasil alterasi dari batuan yang kaya akan magnesium atau sebagai mineral pengotor pada urat bijih hidrotermal.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()