Mineral Boron sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Fungsi Boron sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Tumbuhan tidak membutuhkan Boron dalam jumlah besar, tetapi Boron dapat mengatur penyerapan makanan dan membantu tumbuhan untuk membuat jaringan baru. Boron telah dikenal sejak 1923 sebagai nutrisi mikro yang penting untuk tumbuhan tingkat tinggi.
Mineral Kernit sebagai Sumber Boron
Gambar : Mineral Kernit sebagai Sumber Boron
Boron memiliki beberapa kegunaan, antara lain:
  • Membantu penggunaan nutrisi dan mengatur nutrisi yang lainnya.
  • Menolong produksi gula dan karbohidrat.
  • Esensial untuk perkembangan tunas dan buah

Boron mengatur metabolisme karbohidrat di dalam tumbuhan. Seperti halnya Kalsium, Boron tidak mobil di dalam tumbuhan, sehingga pemberian secara menerus dibutuhkan pada pertumbuhan tanaman. Boron diambil oleh tumbuhan dalam bentuk anion borat. Boron juga dikenal sebagai pembantu dalam penurunan jaringan dahan tertentu, yang dikenal sebagai jaringan "meristem".

Sumberdaya Mineral Boron

Boron tersebar secara alamiah sekitar 0,1 ppm pada air permukaan, 3 ppm dalam kerak bumi, dan 4,6 ppm dalam air laut. Tumbuhan biasanya menyerap Boron dari material organik dan Borak. Borak merupakan bagian dari mineral kelompok Borat. Telah dikenal lebih dari 100 mineral borat, namun hanya empat mineral yang paling umum dijumpai, yaitu:
  • Kernit (Na2B4O6(OH)2.3H2O)
  • Borak (Na2B4O5(OH)4.8H2O)
  • Uleksit (NaCaB5O6(OH)6.5H2O)
  • Kolemanit (CaB3O4(OH)3.H2O)

Kernit pertama kali ditemukan di daerah Kern County, Kalifornia. Mineral ini secara fisik tidak berwarna, transparan sampai putih, dengan kilap kaca sampai mutiara. Mineral ini mempunyai struktur kristal monoklin, kekerasan 2,5-3 dan berat jenis 1,9. Ciri khas mineral ini adalah fragmen panjang, belahan splinteri, berat jenis rendah dan larut dengan lambat pada air dingin. Mineral ini sering dijumpai berasosiasi dengan Borak, Uleksit dan Kolemanit pada lapisan lempung yang berumur Tersier. 
Istilah Borak diambil dari istilah burah (Persia) dan buraq (Arab). Borak mempunyai struktur kristal monoklin dan biasanya dalam bentuk prismatik. Mineral ini secara fisik tidak berwarna atau putih, kilap kaca, dengan kekerasan 2-2,5 dan berat jenis 1,7. 
Nama uleksit diambil dari seorang ahli kimia Jerman, George Ludwig Ulex (1811-1893). Uleksit mempunyai sistem kristal triklinik, dan umumnya dijumpai dalam bentuk membundar yang tersusun oleh serat-serat halus. Secara fisik, mineral ini berwarna putih dengan kilap lemak. Mineral ini mempunyai kekerasan 2,5 dan berat jenis 1,96. 
Kolemanit pertama kali ditemukan oleh seorang pengembang borak di San Francisco, William Tell Coleman (1824-1893). Mineral ini mempunyai struktur kristal monoklin, dan umumnya berbentuk kristal prismatik pendek. Secara fisik mineral ini berwarna putih sampai tidak berwarna, kilap kaca, kekerasan 4-4,5 dan berat jenis 2,42.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()