Mineral Mangan sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Kegunaan Mangan sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Mangan berfungsi mengatur sistem enzim, yang termasuk di dalam memecah karbohidrat dan metabolisme nitrogen. Selain itu mangan sangat penting untuk pembentukan klorofil. Tanpa mangan, tumbuhan tidak dapat melakukan fungsi selnya.
Mangan dalam Batuan
Gambar : Mineral Mangan dalam Batuan
Mangan digunakan tumbuhan sebagai kation mangan. Ini merupakan aktivator untuk beberapa macam enzim di dalam proses pertumbuhan tanaman, dan membantu besi di dalam pembentukan klorofil selama fotosintesis. Konsentrasi mangan yang tinggi barangkali dapat menahan penyerapan besi pada tumbuhan. Mangan biasanya digunakan bersama-sama zinc dan dapat digunakan dalam larutan encer. Jeruk dan tanaman buah-buahan yang lain sering ditreatment dengan mangan suplemen dalam bentuk mangan sulfat. Penambahan suplemen mangan diperlukan jika tumbuhan mengalami kekurangan akan unsur ini.

Sumber Mangan

Mangan dalam tanah dapat bersumber dari beberapa jenis mineral/batuan. Mangan merupakan salah satu dari dua belas unsur yang melimpah dikerak bumi. Batuan beku mengandung lebih kurang 0,124% mangan. Saat ini dikenal lebih dari 300 jenis mineral yang mengandung mangan. Dari sekian banyak mineral, yang paling banyak dijumpai di alam meliputi : Braunit (2Mn2O3.MnSiO3), Kriptomelan (KMn8O16), Hausmanit (MnO.Mn2O3), Jakobsit (MnO.Fe2O3), Manganit (MnO(OH)), Psilomelan (BaMn2+Mn3+8O16(OH)4), Pirolusit ( -MnO2), Rodokrosit (MnCO3), Rodonit (MnSiO3), dan Todorokit ((Mn,Ca,Mg)Mn3O7.H2O).
Manganit mempunyai struktur kristal monoklin, dengan kristal umumnya prismatik. Manganit dikenal berwarna hitam atau abu-abu baja dengan cerat berwarna coklat tua. Secara sik, mineral ini mempunyai kekerasan 4 dan berat jenis 4,3. Mineral ini ditemukan berasosiasi dengan oksida mangan yang lain.
Rodokrosit merupakan mineral kelompok karbonat dan mempunyai struktur kristal heksagonal. Mineral ini mempunyai karakter fisik: warna merah rosa atau coklat tua; kilap kaca; cerat putih dengan kekerasan 3,5-4 dan berat jenis 3,5-3,7.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()