Mineral Perlit sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Kegunaan Mineral Perlit sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Perlit barangkali tidak secara langsung berhubungan dengan tanah atau tumbuhan, namun saat ini banyak digunakan sebagai agregat hortikultura. Perlit merupakan suatu batuan vulkanik gelasan yang berwarna abu-abu cerah dengan kilap kaca atau mutiara dan mempunyai karakteristik retakan konsentris. Bedanya dengan gelas alam adalah komposisinya yang silisik (riolitik) dan air kimia yang dikandung di dalam struktur gelasnya. Komposisi kimia perlit meliputi: 70-75% SiO2, 12-18% Al2O3, 4-6% K2O, dan 2-5% air.

Karakteristik Mineral Perlit

Secara genetik Perlit merupakan salah satu anggota dari gelas alam yang mengandung air, yang juga termasuk obsidian hidrous dan berkadar air rendah, batuapung yang terhidrasi, dan pitchstone. Perbedaan utama antara Perlit dengan anggota yang lain adalah kandungan airnya. Obsidian awal mengandung air total kurang dari 1,0 % berat yang terikat sebagai SiOH di dalam kerangka silikat. Jika obsidian mengalami pelapukan, alterasi sekunder menghasilkan Perlit dengan penambahan air pada struktur silika gelasan hingga 2 sampai 5 % berat. Jika kandungan air ini meningkat sampai 10 % berat akan membentuk Pitchstone.
Mineral Perlit
Gambar : Kenampakan Mineral Perlit
Salah satu sifat fisik perlit adalah mudah mengembang. Dengan pemanasan cepat hingga 870-1.100 derajat Perlit melemah dan mengembang hingga 10-20 kali dari volume asalnya dan dari batuan dengan berat jenis 1,159 g/cm3 menjadi material ringan dengan berat jenis 0,08-0,18 g/cm3.
Sifat dalam Perlit, pH antara 6,5 sampai 8,0 dan struktur selnya menyebabkan Perlit dapat menyerap larutan berkali-kali atau dapat membawa herbisida, insektisida, pupuk, pengatur tanah dan akar tumbuhan.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()