Mineral Tembaga sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Fungsi Tembaga sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Tembaga adalah unsur yang memberi rasa manis pada beberapa jenis buah. Ini diambil oleh tumbuhan dalam bentuk kation dan memegang peranan penting di dalam pembentukan vitamin A pada tumbuhan. Tembaga memberikan kontribusi pada proses alamiah termasuk metabolisme dan reproduksi tumbuhan. Tembaga juga merupakan aktivator penting pada beberapa enzim pertumbuhan tanaman.
Mineral Tembaga
Gambar : Mineral Tembaga

Beberapa kegunaan tembaga bagi tumbuhan adalah:

  • Nutrisi penting bagi pertumbuhan reproduktif
  • Penolong dalam metabolisme akar
  • Membantu dalam pemanfaatan protein

Suplementasi tembaga sangat jarang dibutuhkan tumbuhan, karena secara alamiah suplai tembaga pada tanah sudah mencukupi. Namun demikian, kadang ada jenis tanah yang kekurangan tembaga, seperti tanah yang kaya organik dan tanah pasiran. Penambahan tembaga sulfat harus dilakukan dengan hati-hati, karena senyawa ini meskipun dalam jumlah sedikit tetapi beracun. 

Sumber Tembaga

Hanya dikenal beberapa macam mineral yang mengandung tembaga sulfat dan tembaga oksida, yaitu Antlerit (Cu3SO4(OH)4), Brokantit (Cu4SO4(OH)6), Kalcantit (CuSO4.5H2O), dan Kuprit (CuO). Mineral antlerit mempunyai sistem kristal ortorombik dan biasanya berbentuk tabular. Secara fisik mineral ini berwarna hijau kehitaman, dengan kekerasan 3,5-4 dan berat jenis 3,9.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()