Mineral Zeolit sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Kegunaan Zeolit sebagai Nutrisi Mikro pada Tumbuhan

Penggunaan komersial zeolit antara lain sebagai “penyaring molekuler” dan sebagai penukar kation. Kation seperti Na+K+, dan Ca2+ terikat sangat lemah pada kerangka tetrahedra dan dapat dilepaskan dengan mudah dengan larutan kuat dari ion yang lain. Berdasarkan hal ini, zeolit dapat digunakan untuk melunakkan air, dimana air yang keras (kandungan Ca2+ tinggi) dapat dilunakkan dengan mengganti ion Ca2+ (dalam air) dengan Na+ yang terkandung di dalam zeolit alam atau sintetik (Na2Al2Si3O10.2H2O). Air keras, air yang mengandung banyak ion kalsium, dilewatkan melalui tangki yang berisi butiran zeolit. Ion Ca2+ pada larutan akan mengganti ion Napada zeolit sehingga terbentuk CaAl2Si3O10.2H2O. Jika pada zeolit terjadi kejenuhan Ca2+, larutan garam NaCl pekat dapat dilewatkan pada zeolit sehingga ion Ca2+ pada zeolit diganti oleh Na+ dari NaCl untuk membentuk kembali Na-zeolit (Na2Al2Si3O10.2H2O). Dengan cara seperti ini, larutan yang mengandung logam-logam keras dapat disaring dengan zeolit.
Mineral Zeolit
Gambar : Mineral Zeolit
Dalam bidang pertanian, zeolit barangkali tidak digunakan secara langsung, melainkan dipakai sebagai katalis untuk mengurangi kelebihan logam berat pada tanah. Zeolit alam, seperti Klinoptilolit (Na6[(AlO2)6(SiO2)30].24H2O) dan Mordenit (Na8[(AlO2)8(SiO2)40].24H2O) sering ditambahkan pada pakan ternak untuk meningkatkan efisiensi pakan, dan mengurangi masalah kesehatan.

Karakteristik Mineral Zeolit

Zeolit merupakan aluminosilikat kristalin berpori mikro terhidrasi yang mengandung pori yang saling berhubungan dengan ukuran 3 sampai 10Å. Zeolit tersusun oleh silikon, oksigen, dan aluminium dalam suatu kerangka struktur tiga-dimensional dengan pori-porinya mengandung molekul air yang dapat menyerap kation yang dapat saling bertukar (cation exchange). Secara kimia, zeolit mempunyai rumus empiris: M+2 ,M2+Al2O3.gSiO2.zH2O, dimana Mbiasanya Na atau K,  dan M2+ adalah Mg, Ca, atau Fe.

Referensi
I Wayan Warmada dan Anastasia Dewi Titisari. Agromineral. Yogyakarta, 2004.

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()