Jenis dan Faktor Penyebab Terjadinya Erosi

Jenis Erosi

Erosi dapat diprediksi berdasarkan kondisi lapangan, yaitu dengan cara memperhatikan adanya bentukan hasil erosi seperti erosi lembar permukaan (sheet erosion), erosi alur (rill erosion), dan erosi parit (gully erosion).
Erosi Tanah
Gambar : Erosi pada Tanah Permukaan

Pendekatan lain untuk memperkirakan terjadinya erosi di suatu tempat adalah dengan memperhatikan perubahan kondisi permukaan tanah. Pada umumnya tanah-tanah yang telah mengalami erosi dicirikan oleh perubahan warna dan konsistensi tanah, serta munculnya akar tumbuhan atau lapisan batuan di permukaan tanah.

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Erosi

Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya erosi adalah curah hujan, sifat-sifat tanah, lereng, vegetasi dan pengelolaan tanah.

Curah hujan

Sifat curah hujan yang paling berpengaruh terhadap erosi adalah intensitasnya. Meningkatnya intesitas curah hujan, mengakibatkan semakin tingginya erosi. Intensitas curah hujan yang tinggi akan mempercepat proses penghacuran dan pengangkutan agregat tanah. Hancurnya agregat tanah tersebut dapat menyumbat pori-pori tanah yang menyebabkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga berdampak pada meningkatnya limpasan permukaan. 
Proses penghancuran tanah ('soil detachment') oleh curah hujan ditentukan oleh energi kinetik yang dimiliki curah hujan tersebut. Semakin deras intensitas curah hujan, semakin tinggi pula daya penghancurannya.

Sifat tanah

Sifat-sifat tanah yang perlu diperhatikan adalah sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan terhadap erosi yaitu tekstur tanah, bentuk dan kemantapan struktur tanah, kapasitas infiltrasi, permeabilitas tanah dan kandungan bahan organik. Secara umum hubungan antara sifat tanah dengan erosi adalah sebagai berikut: 

  1. Tanah bertekstur pasir tidak peka terhadap erosi karena memiliki ukuran partikel yang besar sehingga daya angkut aliran (erodibilitas) menjadi lebih kecil. Sedangkan tanah dengan ukuran partikel lebih halus (lempung dan debu) sangat mudah terangkut oleh aliran permukaan, apalagi jika kecepatan aliran permukaan tinggi. Dengan demikian ukuran partikel tanah berpengaruh terhadap proses pengangkutan sediment. 
  2. Tanah berstruktur mantap dengan bentuk struktur membulat (granuler, remah, gumpal membulat) lebih tahan terhadap erosi karena mampu menyerap air lebih banyak dan mengurangi limpasan permukaan. 
  3. Tanah dengan kapasitas infiltrasi tinggi memiliki kepekaan terhadap erosi yang lebih rendah daripada tanah dengan kapasitas infiltrasi rendah. 
  4. Tanah yang kaya bahan organik lebih tahan terhadap erosi karena bahan organik tersebut mempengaruhi tingkat kemantapan agregat.

Lereng

Besarnya erosi dipengaruhi oleh lereng. Semakin curam dan panjang suatu lereng, maka erosi akan semakin tinggi. Hal ini terjadi karena kecepatan aliran permukaan semakin meningkat, yang selanjutnya meningkatkan daya angkutnya terhadap partikel tanah yang telah hancur.

Vegetasi

Vegetasi menghalangi curah hujan yang jatuh, sehingga air hujan tidak jatuh langsung di permukaan tanah, akibatnya daya penghancur air hujan berkurang. Vegetasi juga dapat berfungsi untuk menghambat aliran permukaan dan memperbanyak air terinfiltrasi. Penggunaan lahan yang paling efektif untuk mengurangi erosi adalah hutan namun rumput-rumputan yang tumbuh rapat dapat berfungsi sama efektifnya.

Pengelolaan tanah

Manusia merupakan faktor penyebab utama terjadinya erosi. Kegiatan alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian, dan kegiatan pembangunan infrastruktur jalan atau pembangunan pemukiman tanpa mengindahkan kaidah konservasi mempercepat terjadinya degradasi lingkungan akibat erosi.

Referensi:
Kalkaskacounty, Geologinesia
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()