Parameter Monitoring Kualitas Air secara Fisik

Parameter yang diamati dalam monitoring kualitas air secara fisik seperti suhu, muatan sedimen, kecepatan aliran, ukuran batuan dasar sungai, turbiditas/kekeruhan, warna, bau, keadaan kanopi dan jenis vegetasi di sekitar sungai. Semua parameter ini merupakan informasi pendukung dalam penentuan kualitas air secara kimia dan biologi.

Suhu

Suhu merupakan faktor penting dalam keberlangsungan proses biologi dan kimia yang terjadi di dalam air, seperti kehidupan dan perkembangbiakan organisme air. 
Suhu mempengaruhi kandungan oksigen di dalam air, proses fotosintesis tumbuhan air, laju metabolisme organisme air dan kepekaan organisme terhadap polusi, parasit dan penyakit. Pada kondisi air yang hangat, kapasitas oksigen terlarutnya berkurang. Oleh karena itu, pengukuran oksigen terlarut harus dilakukan pada tempat yang sama dengan pengukuran suhu. Suhu air bervariasi antar kedalaman sungai, danau, maupun badan air lainnya.

Lebar, Kedalaman dan Kecepatan Aliran Sungai

Lebar dan kedalaman sungai berpengaruh terhadap karakteristik fisik, kimia dan biologi sungai. Sungai yang lebar dan dangkal akan mendapatkan cahaya matahari lebih banyak sehingga suhu air sungai meningkat. 
Kecepatan aliran sungai juga dipengaruhi oleh lebar dan kedalamannya. Sungai yang dalam dan lebar memiliki kecepatan aliran yang lebih besar.

Penutupan Permukaan Sungai 

Penutupan permukaan sungai adalah perbandingan antara luasan contoh yang ternaungi oleh vegetasi dengan total luasan. Kanopi sungai merupakan faktor penting dalam mempertahankan kualitas air, karena vegetasi yang menaungi sungai menghalangi cahaya matahari langsung ke dalam badan sungai sehingga menjaga suhu sungai tetap dingin dan memberikan input nutrisi. Perakaran vegetasi yang tumbuh di sekitar sungai dapat menstabilkan tebing sungai dan mengurangi terjadinya erosi.

Ukuran Batuan Dasar Sungai 

Ukuran batuan dasar sungai berpengaruh terhadap aliran air. Dasar sungai yang terdiri dari campuran batu-batu berukuran besar dan kecil cenderung meningkat turbulensi aliran airnya sehingga meningkatkan kandungan oksigen di dalam air. Ukuran batuan juga mempengaruhi jenis-jenis organisme yang hidup di dalamnya.

Kekeruhan (Turbiditas) 

Mengukur kekeruhan berarti menghitung banyaknya bahan-bahan terlarut di dalam air misalnya lumpur, alga (ganggang), detritus dan bahan-bahan kotoran lainnya. Apabila kondisi air sungai semakin keruh, maka cahaya matahari yang masuk ke permukaan air berkurang dan mengakibatkan menurunnya proses fotosintesis oleh tumbuhan air.
Sungai Keruh
Gambar : Sungai yang Keruh

Dengan demikian suplai oksigen yang diberikan oleh tumbuhan dari proses fotosintesis berkurang. Bahan-bahan terlarut dalam air juga menyerap panas yang mengakibatkan suhu air meningkat, sehingga jumlah oksigen terlarut dalam air berkurang.

Total Bahan Terlarut

Pengukuran total bahan terlarut perlu dilakukan dalam pengujian kualitas air. Rendahnya konsentrasi bahan terlarut mengakibatkan pertumbuhan organisme air terhambat karena kekurangan nutrisi. Namun, tingginya konsentrasi bahan terlarut dapat menyebabkan eutrofikasi atau matinya jenis-jenis organisme air.

Referensi
Subekti Rahayu, Rudy Harto Widodo, dkk. Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. 2009.

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()