Kualitas Air

Pengertian Kualitas Air

Kualitas air adalah mutu air yang memenuhi standar untuk tujuan tertentu. Syarat yang ditetapkan sebagai standar mutu air berbeda-beda tergantung tujuan penggunaan, sebagai contoh, air yang digunakan untuk irigasi memiliki standar mutu yang berbeda dengan air untuk dikonsumsi. Kualitas air dapat diketahui nilainya dengan pemantauan sifat fisika-kimia dan biologi. 
Kualitas Air
Gambar : Contoh Kualitas Air yang Kurang Baik

Akhir-akhir ini, penurunan kualitas air sungai tidak hanya terjadi di daerah hilir, tetapi juga di daerah hulu. Pengalihan tata lahan hutan menjadi lahan pertanian dan pemukiman merupakan faktor utama penyebab terjadinya penurunan kualitas air sungai di daerah hulu melalui sedimentasi, penumpukan hara dan pencemaran bahan-bahan kimia pestisida. 
Penurunan kualitas air sungai berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan keberadaan makhluk hidup yang ada di perairan. Penumpukan unsur hara di perairan memicu pertumbuhan alga dan jenis tumbuhan air lainnya secara tak terkendali, sehingga menyebabkan matinya beberapa jenis makhluk hidup air yang merupakan sumber makanan bagi ikan. Akumulasi racun yang berasal dari pestisida, tidak hanya mengakibatkan kematian hewan air, tetapi juga membahayakan kehidupan manusia karena dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit. Sementara itu, sedimentasi yang terjadi pada sungai mengakibatkan pendangkalan sehingga memicu terjadinya banjir. 

Klasifikasi Kualitas Air

Klasifikasi dan kriteria kualitas air di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001. Berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut, kualitas air diklasifikasikan menjadi empat kelas yaitu: 

  • Kelas I: dapat digunakan sebagai air minum atau untuk keperluan konsumsi lainnya. 
  • Kelas II: dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan dan mengairi tanaman. 
  • Kelas III: dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan dan mengairi tanaman. 
  • Kelas IV: dapat digunakan untuk mengairi tanaman.

Kriteria kualitas air untuk tiap-tiap kelas didasarkan pada kuantifikasi kondisi fisik, kandungan bahan kimia, biologi dan radioaktifnya. Secara sederhana, kualitas air dapat dilihat dari kejernihannya dan mencium baunya. Namun ada bahan-bahan pencemar yang tidak dapat diketahui hanya dari bau dan warna, melainkan harus dilakukan serangkaian pengujian. Hingga saat ini, dikenal ada dua jenis pemantauan kualitas air yaitu pemantauan sifat fisik-kima dan pemantauan biologi.

Referensi
Subekti Rahayu, Rudy Harto Widodo, dkk. Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. 2009.

Advertisement
loading...
BERIKAN KOMENTAR ()