Geologi Regional Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Lembar Muarasiberut, Sumatera

Berikut penjelasan peta geologi lembar Painan dan bagian timurlaut Muarasiberut, Sumatera yang meliputi stratigrafi regional, sumberdaya mineral, struktur geologi dan tektonika.

Stratigrafi Regional Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut

Satuan batuan penyusun lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut adalah endapan permukaan, batuan sedimen dan metamorf, batuan gunungapi, batuan intrusi dan tektonit. Berikut pemerian dari satuan batuan tersebut:

Endapan Permukaan
Aluvial (Qal): terdiri atas lanau, pasir dan kerikil

Endapan danau (Ql): terdiri atas lanau, pasir, lempung, lumpur dan kerikil.

Endapan undak (Qat): terdiri atas bongkah, kerikil, dan pasir. Setempat tingginya 30-40 meter di atas permukaan sungai.

Batuan Sedimen dan Metamorf
Formasi Kasai (QTk): terdiri atas tufa batuapung bersifat asam, batupasir tufaan, dengan sisipan bentonit dan sedikit lignit. Kayu yang tersilisifikasi biasa diketemukan. Berumur Plio-Plistosen dengan tebal maksimum 700 meter.

Formasi Muaraenim (Tmpm): terdiri atas batupasir, batulempung pasiran dan lignit yang mencapai 10% dari ketebalan formasi. Berumur Mio-Pliosen dengan tebal mencapai 600 meter.

Formasi Airbenakat (Tma): tersusun atas batulempung dengan sisipan batupasir, sebagian glaukonitan dan umumnya mengandung Lepidocyclina, Miogypsina, Cycloclypeus. Berumur Miosen Atas dengan tebal sekitar 900 meter.

Formasi Gumai (Tmg): terdiri atas serpih, batugamping napalan, lapisan tipis tufa andesitan biasa ditemukan. Mengandung fosil foraminifera kecil terutama Globigerinidae. Tebalnya sekitar 800 meter.

Formasi Talangakar (Tomt): terdiri atas napal dengan lensa rijang hitam, batupasir lignitan, tufa andesitan, breksi andesitan dengan batupasir glaukonitan. Tebalnya mencapai 1500 meter.

Anggota atas formasi Ombilin (Tmo): tersusun atas batulempung pasiran, batupasir tufaan, batupasir kuarsa, batupasir glaukonitan, batulempung napalan, lapisan batubara dan konglomerat dengan komposisi andesitan. Tebal mencapai 600 meter.

Formasi Rantaukil (Tmr): terdiri atas batupasir lempungan, batupasir tufaan, batupasir gampingan, batulempung pasiran, batulempung tufaan, napal dan lensa tipis batugamping. Berlapis baik, fosil yang ditemukan adalah Globigerina, Elphidium, Hastigerina sp., Catapsydrax sp., Rotalia becarii (LINN) dan Miogypsina yang berumur Oligosen Awal-Miosen dengan tebal mencapai 1000 meter.

Formasi Sinamar (Tos): terdiri atas konglomerat, batupasir kuarsa berbutir kasar, batupasir kuarsa mengandung mika, batupasir arkosaan, batulempung, napal, batulempung pasiran, lapisan batubara dan batugamping koral. Fragmen konglomerat adalah kuarsit, kuarsa susu dan pecahan granit. Batulempung serpih dan napal makin bertambah ke arah atas. Ditemukan fosil Rotalia beccarii (LINN) dengan sumbat di umbilikus. Tebal formasi ini mencapai 750 meter.

Formasi Siulak (Ks): tersusun atas batuan sedimen dan batuan gunungapi. Batuan sedimen terdiri dari serpih gampingan berkarbon dan kuarsa bersudut, batulanau gampingan (dengan mineral lempung, kuarsa anhedral dan mineral bijih), tufa, tufa terkersikkan dan batugamping hablur. Batuan gunungapi berkisar andesitan sampai dasit dan telah terubah. Tufa yang berlapis mengandung mineral augit, hornblende, feldspar, klorit dan mineral gelas. Formasi ini sedikit mengalami metamorfosa dengan rekahan atau kekar yang terisi oleh kalsit.

Batugamping formasi Siulak (Ksl): batugamping sangat terkekarkan, habluran dan mengandung fosil Loftulisa dan Hydrocorallinae yang berumur Kapur dengan tebal mencapai 500 meter.

Formasi Tabir (Jt): tersusun atas konglomerat dan batupasir tufaan, batupasir gampingan dengan sisipan tufa pisolitan yang andesitan, sedikit termetamorfkan dan terubah. Fragmen konglomerat adalah kuarsit, kuarsa susu, tufa terkersikkan, rijang dan pecahan batuan andesitan berasal dari batuan Paleozoikum. Matriksnya adalah tufa dan beberapa kuarsa. Ditemukan fosil molluska yaitu Ostrea dalam batupasir gampingan yang berumur Mesozoikum yang kemungkinan Jura. Tebal formasi ini mencapai 450 meter.

Formasi Siguntur (Ps): terdiri atas kuarsit pejal dan sedikit termetamorfkan, serpih pelitic, batulanau pejal dan tersilifikasi, slate sebagai sisipan dalam kuarsit, phyllite dan rijang. Tebal formasi ini diperkirakan 2000 meter.

Anggota batugamping formasi Siguntur (Jsl): pejal dan berongga. Ditemukan fosil Stromatoporid sepanjang sungai Siguntur.

Anggota slate dan serpih formasi Tuhur (TRts): slate, serpih, serpih napalan dengan sisipan rijang, radiolarite, serpih silisifikasi dan lapisan tipis greywacke yang termetamorfkan.

Formasi Barisan (Pb): terdiri atas phyllite, slate, batugamping, hornfels dan meta greywacke. Mineral penyusun phyllite adalah muskovit, serisit, klorit dan kuarsa, sedikit tourmalin, epidot, zirkon dan grafit, setempat telah berikal terutama di jalur hancuran dimana foliasi berkembang baik. Urat kuarsa sulfida magmatik mengandung emas terdapat di sungai Sapat. Ketebalan formasi ini mencapai 3500 meter.

Anggota batugamping formasi Barisan (Pbl): terpualamkan, terhablur dan pejal. Batugamping di bukit Cermin mengandung fosil Schwagerina sp. dan Fusulinacea yang menunjukkan umur Perm Awal.

Formasi Ngaol (PCn): terdiri atas gneiss, kuarsit, batugamping meta dan sekis. Gneiss terdiri dari gneiss kuarsa-plagioklas-biotit, gneiss kuarsa-feldspar-klorit-silimanit, gneiss hornblende-plagioklas-kuara-biotit dan amfibolit. Metamorfismenya sesuai dengan fasies amfibolit. Kuarsit susunannya seperti arkosa, pejal, rijangan, mengandung lapisan tipis sekis dan urat kuarsa, sebagian terhablurkan. Sekis terdiri dari sekis klorit-serisit-kuarsa-albit, sekis klorit-kuarsa-feldspar-muskovit-demortirit-garnet dan sekis klorit-kuarsa-biotit-epidot. Sekistositasnya terbentuk baik.

Anggota batugamping meta formasi Ngaol (PCnl): terdapat sebagai lensa, pejal dan berongga. Sebagian terpualamkan dan terpecahkan. Batugamping disekitar desa Ngaol mengandung fosil Fusulinacea, Streptorhynchus, Fusulinella, Sumatrina dan Siphoneae. Fosil-fosil ini menunjukkan umur Perm-Karbon.

Batuan Gunungapi
Batuan gunungapi yang tak terpisahkan (Qyu): terdiri atas breksi gunungapi, breksi tufa dan tufa. Bersusunan basal sampai andesit. Batuan ini berasal dari gunung Kerinci dan gunung Tujuh.

Lava (Qyl): susunan dan asalnya sama dengan batuan gunungapi yang tak terpisahkan. Aliran terdapat disekitar gunung Kerinci dan gunung Tujuh.

Batuan gunungapi asam yang tak terpisahkan (Qou): terdiri atas lava, tufa hablur dan kaca, tufa, breksi tufa, ignimbrit dan obsidian yang bersifat asam sampai menengah. Obsidian terdapat di hulu sungai Tebo di bukit Cermin. Batuan ini bersusunan dasitan. Tufa hablur terdiri atas kuarsa dan feldspar dengan massa dasar silika, klorit, hornblende dan kalsit, setempat mengandung pecahan andesit. Terdapat aliran riolit yang berpita-pita. Setempat terdapat retas andesit, aplit dan kuarsa porfiri dasitan. Batuan ini disimpulkan berumur Kuarter Awal.

Breksi gunungapi yang tak terpisahkan (Qoa): terdiri atas breksi tufa, lahar dan aliran lava; kebanyakan bersusunan andesitan. Batuan basalan merupakan sebagian kecil dari satuan ini. Setempat batuan ini diterobos oleh retas dasitan dan terpropilitkan. Pusat letusan batuan ini mungkin berasal dari gunung Kerinci yang tua, gunung Tujuh, gunung Runcing, gunung Panjang. Satuan ini dinyatakan berumur Kuarter Awal.

Lava (Qot): susunan dan asalnya sama dengan batuan gunungapi asam yang tak terpisahkan. Terdapat di sekitar lereng gunung Runcing, gunung Lumut dan gunung Panenjolan.

Batuan gunungapi Oligo-Miosen (Tomp): batuan gunungapi dengan sejumlah kecil batuan sedimen. Batuan gunungapi terdiri dari lava, breksi, breksi tufa, tufa hablur, ignimbrit dan tufa sela. Kebanyakan bersusunan andesitan dan dasitan. Tufa sela ini terdiri dari rombakan pecahan andesit, lempung pasiran, gelas dan rijang dengan perekat gelas, kalsit lembut, kuarsa dan feldspar. Tufa hablur mengandung banyak feldspar dan kuarsa dengan massa dasar serisit, mineral lempung dan gelas, termasuk arkosa, serpih bituminan, batubara serpihan, batupasir tufaan, serpih tufaan, tufa andesitan dan breksi tufa. Dalam formasi ini termasuk batuan sedimen berumur Miosen Awal yang mengandung fosil Dicotylendenbland di sebelah selatan gunung Kerinci. Umur formasi ini dinyatakan sebagai Oligo-Miosen dengan ketebalan mencapai 700 meter.

Formasi Bandan (Tb): terdiri dari urutan batuan ignimbrit dan tufa hibrid yang bersusunan asam dan pejal. Tufa hibrid di gunung Bandan terdiri atas pecahan-pecahan kaolin, rijang, bahan gunungapi dengan perekat kaca, mineral lempung, kalsit dan feldspar. Batuan ini dinyatakan telah dimuntahkan dari celah sepanjang jalur sesar besar Sumatera dan diduga berumur Tersier Awal dengan ketebalan mencapai 500 meter.

Formasi Palepat (Pp): terutama lava, tufa sela hablur dan tufa sela berkomposisi andesitan. Terpropilitkan secara hidrothermal, termineralkan membentuk pirit, tembaga dan molibdenum. Lava basalan dan riolit tersebar tidak beraturan dalam formasi ini. Pada umumnya lava andesitan dengan plagioklas menengah dan mineral mafik terubah menjadi serisit dan klorit. Tufa sela dan tufa hablur mengandung pecahan-pecahan andesit dan basal. Formasi ini juga mengandung batulanau keras terkersikkan, slate, serpih dan batugamping hablur berlapis baik. Ditemukan fosil Strophomenia, Chonotes dan Sperifer di dalam batugamping dan pecahan-pecahan brachiopoda dan krinoida di dalam tufa sela di sungai Selayo. Fusulina yang kurang baik ditemukan di dalam batugamping sepanjang sungai Tabir. Fosil-fosil ini menunjukkan umur Paleozoikum atau mungkin Perm dengan ketebalan mencapai 1100 meter.

Batuan Intrusi
Granit (Tgr): granit biotit, porfiri kuarsa dan granit grafik. Granit terdapat sebagai inti di dalam batuan pluton granodiorit di daerah sebelah selatan gunung Kerinci. Granit ini dinyatakan berumur Miosen Tengah karena hubungannya dengan batuan pluton granodiorit.

Granodiorit (Tgdr): granit hornblende sampai granodiorit. Dinyatakan berumur Miosen Tengah karena menerobos formasi Painan yang berumur Tersier Bawah di sebelah selatan gunung Kerinci.

Diabas (Tdb): retas bertekstur diabasan. Tersusun oleh labradorit, augit, diopsit dan olivin. Beberapa dari diabas ini mengalami kloritisasi. Diabas dinyatakan berumur Tersier Tengah karena menerobos formasi Painan yang berumur Tersier Akhir.

Batuan granitan (Kgr): susunannya berkisar antara granodiorit sampai granit dengan bintik-bintik mineral mafik, setempat telah terubah. Terdapat sebagai stock. Batuan ini menerobos baik batuan Mesozoikum maupun Paleozoikum dan karena itu dinyatakan berumur Mesozoikum Akhir (Kapur) dan dapat dikorelasikan dengan granit Lassi yang berumur Kapur Akhir di dataran tinggi Padang.

Diorit (Kd): susunannya berkisar antara diorit hornblende sampai diorit kuarsa, dengan bintik-bintik mineral mafik, terdapat sebagai stock. Setempat terpecah-pecah, terkloritkan dan terubah. Batuan ini menerobos baik batuan Mesozoikum maupun Paleozoikum tetapi tidak menerobos batuan bagian atas formasi Ombilin.

Granit (Jgr): susunannya berkisar antara granit biotit hornblende sampai granodiorit dengan bintik-bintik mineral mafik, plagioklas dari jenis oligoklas, hornblende telah mengalami kloritisasi dan setempat terdapat apatit, terdapat sebagai stock. Granodiorit disimpulkan berumur lebih muda daripada batuan Paleozoikum dan lebih tua daripada formasi Tabir yang berumur Jura, mungkin berumur Jura Awal.

Diorit (Jr): susunannya berkisar antara diorit hornblende sampai diorit kuarsa dengan bintik-bintik mineral mafik, secara setempat terkena kloritisasi dan terubah, terdapat sebagai stock. Batuan ini menerobos formasi Palepat dan pluton asam (granit dan granodiorit) tetapi tidak menerobos formasi Tabir yang berumur Jura. Diorit ini disimpulkan berumur Jura Akhir.

Tektonit
Ultrabasa (Kub): diabas yang terserpentinisasi, serpentinit dan harzburgit. Terdapat di jalur koyakan, berhubungan dengan sesar yang berarah baratlaut-tenggara di bagian tengah lembar sebelah timur jalur sesar Sumatera dan bersentuhan dengan batuan Paleozoikum.
Kolom Stratigrafi Lembar Painan
Gambar : Korelasi Satuan Peta Geologi Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut, Sumatera

Struktur Geologi dan Tektonik Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut

Baik lipatan maupun sesar di lembar ini mempunyai arah umum baratlaut-tenggara. Sudut kemiringan dari lapisan batuan pra-Tersier atau batuan Tersier yang didekat daerah sesar biasanya besar. Arah sumbu antiklin dan sinklin batuan Tersier hampir sama dengan arah lipatan batuan pra-Tersier yang mengalasi. Sesar utama di lembar ini adalah bagian dari sesar Sumatera yang berupa sesar geser menganan dan beberapa sesar normal yang berarah baratlaut-tenggara. Sesar utama tersebut ada kaitannya dengan pembentukan bongkah-bongkah turun seperti danau Diatas dan danau Dibawah, lembah-lembah Muaralabuh dan Semurup, kegiatan gunung Kerinci dan jalur mata air panas.

Daerah ini mengalami beberapa tektonik yang dimulai sejak Perm Akhir, dimana formasi Ngaol dan formasi Barisan mengalami pengangkatan, perlipatan dan mungkin metamorfisme. Pada jaman Mesozoikum terjadi pengendapan di laut dangkal sampai dalam di bagian tengah dan barat daerah ini, diikuti oleh terobosan Jura di bagian timur serta terobosan Kapur di daerah yang lebih ke barat. Selain terobosan granitan tektonik Kapur juga ditandai oleh pengangkatan regional, metamorfisme dan pensesaran. Pensesaran yang terjadi mengontrol pembentukan dan pengembangan cekungan antar gunung di daerah Barisan sendiri. Mungkin selama tektonik Kapur ini serpentinit dan batuan lain yang terkait tersesarkan keatas. Tektonik Tersier diawali kegiatan gunungapi di daerah tinggian Barisan yang menghasilkan erupsi celah berupa tufa yang membawa pecahan-pecahan batuan pra-Tersier, disusul oleh erupsi lava, breksi dan tufa yang bersusunan andesit, kemudian terobosan granit, di cekungan terjadi sedimentasi darat sampai laut dangkal. Dalam jaman Tersier runtunan di bagian bawah merupakan tahap genang laut, sedangkan dibagian atas susut laut. Pada akhir jaman Tersier dimulai lagi kegiatan gunungapi yang bersifat asam yang berlanjut sampai Kuarter dengan susunan dasit-andesit dan basal.

Sumberdaya Mineral

Sumberdaya mineral di lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut terdiri dari emas, perak, tembaga dan mineral logam lainnya (Pb, Fe, Mo, W, Zn dan Hg) serta batugamping. Emas dan perak terutama didalam urat kuarsa terdapat pada formasi Painan di bekas tambang Salida. Tembaga dan molibdenum di bukit Sumurtuanku, magnetit di Airdingin, Wolfram di bukit Basung, timbal dan zinc di sungai Pagu.

Di lembar ini pernah dilakukan explorasi oleh PT. Rio Tinto di danau Rantau Kelayang dan belum lama ini oleh PT. Antam Barisan di Muarasungaipalu. Beberapa mata air ditemukan terutama di sekitar jalur sesar Sumatera. Batugamping banyak tersingkap di lembar ini terutama dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Peta geologi lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut ini dapat didownload pada link peta geologi regional lembar pulau Sumatera.
Indeks Peta Geologi Lembar Painan
Gambar : Indeks Peta Geologi Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut, Sumatera


Referensi
H.M.D. Rosidi, S. Tjokrosapoetro, B. Pendowo, S. Gafoer dan Suharsono. Peta geologi lembar Painan dan Bagian Timurlaut Muarasiberut, Sumatera. Bandung, 1996.

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()