Marmer : Jenis Batuan Metamorf Non-Foliasi, Terbentuk Saat Batu Kapur Terkena Panas dan Tekanan

Apa itu Marmer

Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk saat batu kapur (batu gamping) menjadi sasaran panas dan tekanan melalui proses metamorfosis. Marmer (marble) terutama terdiri dari mineral kalsit (CaCO3) dan biasanya mengandung mineral lainnya, seperti mineral lempung, mika, kuarsa, pirit, oksida besi, dan grafit. Di bawah kondisi metamorfosis, kalsit di batu kapur mengalami rekristalisasi membentuk batuan yang terdiri atas massa kristal kalsit yang saling terkait (interlocking).

Proses Terbentuknya Marmer

Sebagian besar marmer terbentuk di batas lempeng konvergen di mana area kerak bumi yang luas terkena metamorfosis regional. Beberapa marmer juga terbentuk melalui proses metamorfosis kontak saat tubuh magma yang panas berada didekat batu kapur atau dolostone.

Sebelum metamorfosis, kalsit di batu kapur (limestone) sering berupa bahan fosil litigasi dan pecahan-pecahan biologis. Selama metamorfosis, kalsit akan mengkristal ulang dan tekstur batuan berubah. Pada tahap awal transformasi batu kapur ke marmer, kristal kalsit di batuan akan menjadi sangat kecil. Dalam spesimen tangan yang, mereka mungkin hanya dikenali dalam bentuk kilau cahaya yang direflesikan dari belahan saat batuan diputar dalam cahaya.

Seiring berjalannya waktu metamorfosis, kristal-kristal itu tumbuh lebih besar dan mudah dikenali sebagai kristal kalsit yang saling terkait (interlocking). Rekristalisasi mengaburkan fosil asli dan struktur sedimen batuan karbonat. Hal ini juga menghasilkan pembentukan tanpa foliasi (non-foliasi), yang biasanya ditemukan pada batuan yang diubah oleh tekanan terarah dari batas lempeng konvergen.

Prose rekristalisasi menandai pemisahan antara batu kapur dan marmer. Marmer yang terbentuk pada proses metamorfosis tingkat rendah akan memiliki kristal kalsit yang sangat kecil. Kristal menjadi lebih besar saat tingkat metamorfosis bertambah. Mineral lempung di dalam marmer akan berubah menjadi mika dan struktur silikat yang lebih kompleks seiring dengan meningkatnya tingkat metamorfosis.

Sifat Fisik dan Pemanfaatan Marmer

Marmer dapat terbentuk dengan deposit yang besar dan luas dengan ketebalan hingga ratusan meter. Hal ini memungkin marmer dapat ditambang secara ekonomis dalam skala besar. Beberapa tambang marmer dapat menghasilkan marmer sebanyak jutaan ton per tahun.

Sebagian besar marmer dibuat menjadi batu pecah dan batu dimensi (dimension stone). Batu pecah digunakan sebagai agregat jalan, landasan kereta api, pondasi bangunan, dan jenis konstruksi lainnya. Batu dimensi diproduksi dengan menggergaji marmer menjadi beberapa bagian dimensi tertentu. Ini biasa digunakan di tugu, bangunan, pahatan, paving dan proyek lainnya.

Warna: Marmer biasanya berupa batuan berwarna terang. Bila terbentuk dari batu kapur dengan sedikit pengotor (impurities), warnanya akan putih. Marmer yang mengandung pengotor seperti mineral lempung, besi oksida, atau bahan bitumen bisa berwarna kebiru-biruan, abu-abu, pink, kuning, ataupun hitam.

marmer sebagai batuan metamorf non-foliasi
Gambar marmer pink.

Reaksi Asam (Acid): Karena tersusun atas kalsium karbonat, marmer akan bereaksi dengan kebanyakan asam. Marmer adalah salah satu bahan penetral asam yang paling efektif. Marmer sering dihancurkan dan digunakan untuk menetralkan asam di sungai, danau, dan tanah.

Kekerasan: Karena dominan disusun oleh mineral kalsit, marmer memiliki kekerasan tiga pada skala kekerasan Mohs. Akibatnya, marmer mudah diukir, dan itu membuatnya berguna untuk menghasilkan patung dan benda hias. Kelenturan marmer membuatnya sangat menarik untuk dibuat batu pahatan.

Pengertian lain dari Marmer

Nama "marmer" digunakan dengan cara yang berbeda dalam dimensi perdagangan batuan. Setiap batuan karbonat kristalin yang memiliki kemampuan untuk menerima polesan akan disebut "marmer." Nama ini terkadang digunakan untuk batuan lunak lainnya seperti travertine, verd antique, serpentine, dan beberapa batugamping.

Marmer : Jenis Batuan Metamorf Non-Foliasi, Terbentuk Saat Batu Kapur Terkena Panas dan Tekanan