Pegmatit : Batuan Beku Ekstrim dengan Kandungan Kristal Besar dan Mineral Langka

Apa itu Pegmatit ?

Pegmatit adalah batuan beku ekstrim yang terbentuk selama tahap akhir kristalisasi magma. Mereka sangat ekstrim karena mengandung kristal yang sangat besar dan terkadang mengandung mineral yang jarang ditemukan pada jenis batuan lainnya.

Untuk bisa disebut sebagai "pegmatit", batuan harus terdiri dari hampir seluruhnya kristal yang berdiameter paling sedikit satu sentimeter. Nama "pegmatit" tidak ada kaitannya dengan komposisi mineral batuan.

Baca juga: Apa itu Endapan Pegmatitik ?

Sebagian besar pegmatit memiliki komposisi yang mirip dengan granit dengan kandungan kuarsa, feldspar, dan mika yang melimpah. Hal ini membuatnya terkadang disebut sebagai "granit pegmatit" untuk menunjukkan komposisi mineralogi mereka. Namun, komposisi seperti "gabro pegmatit," "syenit pegmatit," dan beberapa nama batuan plutonik lainnya dikombinasikan dengan "pegmatit" adalah hal yang mungkin terjadi.

Pegmatit terkadang merupakan sumber mineral berharga seperti spodumene (bijih litium) dan beryl (bijih berilium) yang jarang ditemukan dalam jumlah ekonomis pada jenis batuan lainnya. Mereka juga bisa menjadi sumber batu permata. Beberapa turmalin terbaik dunia, aquamarine, dan topaz banyak ditemukan di pegmatit.

pegmatit adalah batuan beku dengan kristal besar

Gambar kiri. Pegmatit: pegmatit adalah batuan beku yang hampir seluruhnya terdiri dari kristal yang berdiameter lebih dari satu sentimeter. Spesimen yang ditunjukkan di sini sekitar dua inci (lima sentimeter).

Gambar kanan. Kristal spodumene raksasa: Cetakan kristal spodumene raksasa di Pertambangan Etta, Black Hills, Pennington County, South Dakota. Perhatikan penambang (manusia) di sebelah kanan gambar sebagai pembandingnya.

Batuan dengan Kristal Besar

Kristal besar di batuan beku biasanya disebabkan oleh tingkat kristalisasi yang lambat. Namun, pada pegmatit, kristal besar dikaitkan dengan cairan viskositas rendah yang memungkinkan ion menjadi sangat "mobile".

Selama tahap awal kristalisasi magma, lelehan biasanya mengandung sejumlah besar air terlarut dan volatil lainnya seperti klorin, fluorin, dan karbon dioksida. Air tidak dilepaskan dari lelehan selama proses kristalisasi awal, sehingga konsentrasinya dalam lelehan tumbuh seiring dengan kemajuan kristalisasinya. Pada akhirnya akan ada banyak air, dan kantong air tersebut akan terpisah dari lelehan.

Kantong air super panas ini sangat kaya akan ion terlarut. Ion-ion di dalam air jauh lebih aktif daripada ion dalam lelehan. Hal ini memungkinkan mereka untuk bergerak bebas dan membentuk kristal dengan cepat. Inilah sebabnya mengapa kristal pegmatit tumbuh begitu besar.

Kondisi kristalisasi yang ekstrem terkadang menghasilkan kristal yang panjangnya beberapa meter dan beratnya lebih dari satu ton. Sebagai contoh: kristal besar spodumene di Tambang Etta di South Dakota panjangnya 42 kaki, berdiameter 5 kaki dan menghasilkan 90 ton spodumene! (lihat gambar diatas).

Aktivitas di Margin Batholith

Pegmatit terbentuk dari air yang terpisah dari magma pada tahap akhir kristalisasi; Aktivitas ini sering terjadi di kantong kecil sepanjang pinggiran batholith. Pegmatit juga bisa terbentuk pada fraktur yang berkembang pada margin batholith. Hasil inilah memicu terbentuknya "dike pegmatit".

Karena dike dan kantong ini berukuran kecil, penambangan terhadap pegmatit jenis ini di permukaan jarang dilakukan. Penambangan pegmatit biasa dilakukan di bawah tanah yang mengikuti dike-nya atau berdasarkan kantong airnya.

Mineral Langka di Kristal Besar

Pada tahap awal kristalisasi, ion-ion yang membentuk mineral suhu tinggi terkuras dari lelehan. Ion langka yang tidak berpartisipasi dalam kristalisasi mineral umum pembentuk batuan menjadi terkonsentrasi dalam lelehan dan di air. Ion-ion ini dapat membentuk mineral langka yang sering ditemukan pada pegmatit.

Baca juga: Mineralisasi Tipe Skarn

Contohnya adalah ion kecil seperti litium dan berilium yang membentuk spodumene dan beryl; atau ion besar seperti tantalum dan niobium yang membentuk mineral seperti tantalite dan niobite. Banyaknya unsur-unsur langka yang terkonsentrasi di kristal besar membuat pegmatit menjadi sumber potensial bijih berharga.

Kegunan Pegmatit

Batuan pegmatit hanya memiliki sedikit kegunaan. Namun, deposit pegmatit sering mengandung batu permata, mineral industri, dan mineral langka (rare mineral). Beberapa tambang batu permata terbaik di dunia ada di pegmatit. Batu permata yang ditemukan di pegmatit meliputi: amazonite, apatite, aquamarine, beryl, chrysoberyl, zamrud, garnet, kunzite, lepidolite, spodumene, topaz, turmalin, zirkon, dan banyak lainnya. Kristal besar dari material berkualitas tinggi sering ditemukan pada pegmatit.

Baca juga: Mineral yang  berpotensi sebagai Gamestone (Batu Permata)

Pegmatit adalah batuan induk bagi banyak deposit mineral langka. Mineral ini bisa menjadi sumber komersial dari: berilium, bismut, boron, cesium, litium, molibdenum, niobium, tantalum, timah, titanium, tungsten, dan banyak elemen lainnya.

Pegmatit sering ditambang untuk dijadikan sebagai mineral industri. Lembar mika ditambang dari pegmatit. Ini digunakan untuk membuat komponen untuk perangkat elektronik, pelat retardasi, papan sirkuit, saringan optik, jendela detektor, dan banyak produk lainnya. Feldspar adalah mineral lain yang sering ditambang dari pegmatit. Ini digunakan sebagai bahan utama pembuatan kaca dan keramik.

Pegmatit : Batuan Beku Ekstrim dengan Kandungan Kristal Besar dan Mineral Langka