Magma Adalah Cairan Dinamis, Tanpa Magma, Bumi Akan Biasa Saja Bentuk dan Bentang Alamnya

Bila melihat dari sisi geologinya, magma adalah campuran dari batuan cair (molten rock) yang letaknya ada di bawah permukaan bumi. Pada bagian bawah bumi, magma lertekak persis di ruangan yang disebut dengan dapur magma (magma chamber.) Beberapa campuran yang kemudian menjadi magma kurang lebihnya ada empat material, yakni:

  • Tubuh magma - ini adalah cairan yang suhunya amat panas, disebut juga dengan melt (lelehan dan leburan magma)
  • Mineral - banyak sekali mineral yang terkristalisasi karena lelehan magma
  • Bebatuan padat - biasanya, banyak sekali batuan yang ikut terseret masuk dalam cairan magma, batuan ini berasal dari dinding kamar magma
  • Zat alam - zat ini biasanya berbentuk gas dan ikut larut dalam cairan magma.

Dengan campuran empat material atau komponen di atas yang penulis sudah jabarkan, magma mempunyai suhu teramat panas. Kurang lebihnya, magma mempunyai suhu 700 sampai 1300 derajat celcius.

Magma adalah cairan yang sangat dinamis. Pun, magma adalah cairan yang seringkali berevolusi dan menjadi bentuk dari bentang alam baru yang berbeda. Proses ini terjadi secara alami dan dapat dilihat dari studi fisika dan kimiawi. Penyebabnya, tidak lain adalah perubahan dari lingkungan yang terjadi ketika magma bergerak.

Magma adalah zat yang dinamis? Bagaimana Proses Terbentuknya?

Magma Adalah Zat Dinamis, Ini Proses Terbentuknya
Magma Adalah Cairan Dinamis, Tanpanya Bumi Akan Biasa Saja Bentuk Alamnya

Sebenarnya, bumi yang saat ini menjadi tempat tinggal manusia memiliki struktur yang sama persis seperti bawang merah. Yap, bawang merah. Melihat dari lapisan lapisan yang berkumpul menyelimuti inti bumi, ini sama persis pada struktur dan lapisan yang ada pada bawang merah. Unik, ya?

Pada dasarnya, ada tiga lapisan paling utama perihal struktur pada bumi, yakni; inti bumi dengan suhu amat panas, mantel bumi dengan struktur yang amat tebal dan kerak bumi, inilah tempat dimana kita hidup, yakni pada lapisan paling luar dari bumi.

Asal usul magma terbentuk dalam beberapa cara yang berbeda, hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur, suhu dan tekanan antara lapisan mantel bumi dan kerak bumi. Ada tiga proses pembentukan magma, yaitu decompression melting, transfer panas dan flux melting.

Kembali ke topik, bagaimana proses terbentuknya magma?

Idealnya, magma adalah hasil bentukan dari cara yang berbeda beda. Ini terjadi karena terdapat beberapa perbedaan, seperti; beda struktur dan juga beda suhu serta tekanan lapisan bumi. Tiga proses tentang pembentukan magma di bawah ini adalah yang perlu anda ketahui.

Decompression Melting

Ini adalah proses dimana terdapat pergerakan dari komponen penyusun mantel bumi yang sangat panas. Pergerakannya mengarah ke atas.

Material yang amat panas ini kemudian naik ke atas dengan tekanan yang relatif rendah melalui konveksi panas. Bila mengacu pada hukum fisika, tekanan akan berbedang lurus sejalan dengan titik lebur.

Daerah yang mempunyai tekanan lebih rendah pasti memiliki titik lebur yang rendah juga. Jadi, maksud dari dekompresi adalah menurunnya tekanan pada bagian atas dan membuat lapisan mantel berbentuk solid ini mencair dan membentuk magma.

Proses ini sangat sering terjadi di daerah yang divergent. Daerah ini adalah lokasi dimana lempeng tektonik terpisah satu sama lain. Pergerakan dari lempeng ini berakibat magma di bagian bawah bumi bergerak ke atas dan mengisi ruangan yang kosong. Kemudian, magma membeku dan menjadi lapisan baru di lapisan luar bumi.

Transfer Panas

Magma adalah cairan yang dinamis. Karena itu, magma juga bisa tercipta akibat energi panas yang berasal dari batuan cair yang kemudian mengintrusi lapisan luar bumi yang sifatnya dingin. Ketika batuan cair ini membeku, panas akan menyebar di sekelilingnya. Karena proses ini, batuan akan meleleh dan menjadi magma.

Umumnya, proses ini terjadi pada daerah kovergen. Yang mana, terdapat lempeng tektonik yang gerakannya saling bertubrukan. Batuan cair yang berada persis di bawah lempeng akan mempengaruhi lapisan dari dinding bagian atas. Proses ini menyebabkan suhu yang panas dan menciptakan magma. Kurang lebih jutaan tahun lamanya, magma yang ada di zona subduksi berubah dan membentuk busur vulkanik. Ini adalah yang kita kenal sebagai rangkaian gunung berapi aktif.

Flux Melting

Proses ini terjadi ketika air dan karbondioksida masuk pada bebatuan. Dua senyawa ini akan mengakibatkan batu meleleh dan suhunya lebih rendah daripada yang seharusnya.

Layaknya proses transfer panas di atas, proses bernama Flux Melting juga seringkali terjadi pada daerah zona subdiksi. Pada proses ini, air yang menutupi lautan paling dasar pada zona subduksi akan menurunkan titik lebur pada mantel bumi. Karenanya, magma akan segera naik ke permukaan bumi.


Bila melihat dari proses pembentukannya, magma adalah zat yang memang mempunyai beberapa proses pembentukan yang berbeda. Walau berbeda, ciri dan apa yang terkandung dalam magma adalah sama persis sifatnya.

Magma Adalah Cairan Dinamis, Tanpa Magma, Bumi Akan Biasa Saja Bentuk dan Bentang Alamnya