15 Jenis-jenis Tanah Beserta Ciri-Ciri Lengkapnya

Jenis Jenis Tanah - Tanah merupakan lapisan paling atas dari bumi. Tanah memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan adanya tanah, semua makhluk hidup dapat berpijak, tinggal, dan tumbuh di atasnya. Tanah terbuat dari proses pelapukan batuan yang berlangsung dengan jangka waktu yang sangat lama, bahkan ada yang mengalami proses hingga ratusan tahun. Pelapukan tersebut juga dibantu oleh mikro organisme serta peralihan suhu dan air.

Meskipun memiliki bentuk yang hampir mirip, namun pada faktanya tanah memiliki banyak jenis. Untuk jenis-jenisnya, pada ulasan kali ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai apa saja jenis tanah serta ciri-cirinya.

Jenis-Jenis Tanah yang Tersebar di Permukaan Bumi

Jenis dan ciri-ciri tanah sendiri dipengaruhi oleh letak geografis dan astronomis sehingga terbentuknya tanah yang berbeda-beda. Setidaknya terdapat 15 jenis tanah yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Tanah Aluvial

Merupakan jenis tanah yang terbentuk karena adanya endapan lumpur. Aliran-aliran air dari sungai yang membawa endapan lumpur akan membentuk jenis tanah ini. Umumnya, tanah tersebut dapa dijumpai di bagian hilir sungai. Ciri dari tanah aluvial adalah warnanya yang coklat dan ada juga yang kelabu. Selain itu, tanah ini memiliki tekstur yang sangat lembut.

Tanah Andosol

Jenis jenis tanah yang selanjutnya adalah tanah andosol. Ini adalah jenis tanah vulkanik yang terbentuk dari adanya proses vulkanisme gunung berapi. Tanah jenis ini sangat subur dan memiliki kualitas yang bagus untuk tanaman. Ciri-ciri tanah andosol adalah warnanya coklat keabu-abuan dan memiliki kandungan unsur hara dan air serta mineral yang sangat tinggi. Persebaran tanah ini umumnya ada di daerah sekitar gunung berapi atau bahkan cincin api gunung tersebut.

jenis-jenis tanah
Jenis-jenis tanah


Tanah Entisol

Tanah entisol memiliki proses pembentukan yang hampir sama dengan tanah andosol. Hanya saja, tanah jenis ini merupakan hasil pelapukan substantial dari letusan gunung berapi seperti debu, pasir, dan lapili. Jenis tanah entisol dapat dikategorikan sebagai tanah yang belum matang, namun memiliki unsur hara dan mineral yang tinggi. Umumnya tanah ini dapat ditemui di sekitar gunung berapi berupa permukaan tanah tipis yang tidak memiliki lapisan tanah dan gundukan pasir.

Tanah Grumusol

Merupakan tanah yang terbentuk dari proses pelapukan tuffa vulkanik dan batuan kapur. Tanah ini memiliki kandungan organik rendah karena berasal dari batuan kapur. Dengan kata lain, tanah ini tidak begitu subur sehingga tidak cocok digunakan pada tanaman. Ciri-cirinya, tanah grumusol memiliki tekstur kering dan rentan pecah terlebih ketika terkena suhu panas yang tinggi. Umumnya tanah grumusol berada di permukaan tanah yang letaknya 300 meter di bawah permukaan laut.

Tanah Humus

Jenis tanah selanjutnya adalah tanah humus. Tanah ini terbentuk dari adanya proses pelapukan tanaman. Tanah humus masuk dalam kategori tanah yang sangat subur karena mengandung mineral dan unsur hara yang tinggi. Umumnya, tanah humus dapat ditemukan di daerah-daerah hutan.

Tanah Inseptol

Merupakan tanah yang terbentuk dari proses pelapukan batuan sedimen dan pelapukan metamorf. Ciri-ciri tanah inseptol adalah warna sedikit kecoklatan dan kehitaman serta memiliki campuran warna keabu-abuan.

Tanah Laterit

Tanah laterit memiliki warna merah bata karena terdapat kandungan zat besi serta alumunium di dalamnya. Di Indonesia sendiri, tanah laterit sangat mudah dijumpai di daerah-daerah pedesaan atau perkampungan. Tanah ini masuk dalam kategori tanah tua sehingga tak dapat digunakan sebagai media tanam.

Tanah Latosol

Tanah latosol tercipta dari proses pelapukan batuan sedimen dan batuan metamorf. Tanah ini memiliki warna merah, namun ada juga yang memiliki warna kuning. Tekstur tanah ini terbilang sangat kasar dan biasanya tersebar di daerah dengan curah hujan tinggi. Tanah latosol memiliki kandungan zat besi serta alumunium tinggi sehingga tidak subur.

Tanah Litosol

Tanah litosol masuk dalam kategori tanah mudah dan baru berkembang. Salah satu penyebabnya adalah karena tanah litosol terbentuk dari perubahan iklim, vulkanisme, dan topografi. Tekstur dari tanah litosol bermacam-macam, ada yang kasar, lembut, berbatu, dan berpasir.

Tanah Kapur

Tanah kapur merupakan tanah yang proses terbentuknya dari batuan kapur yang telah mengalami proses pelapukan. Tanah jenis ini tergolong dalam kategori tanah tidak subur sehingga tak cocok digunakan untuk media tanam. Meski demikian, ada juga tanaman yang dapat tumbuh pada tanah kapur, misalnya pohon jati.

Tanah Mergel

Dilihat sekilas, tanah mergel memiliki bentuk yang sama dengan tanah kapur. Hal ini karena tanah mergel memiliki warna putih serta terbentuk dari bebatuan kapur. Meski demikian, tanah mergel memiliki tekstur yang agak berpasir karena proses pencampuran antara tanah liat, batuan kapur, dan tanah pasir.

Tanah Organosol

Seperti namanya, tanah organosol terbentuk dari benda-benda organik seperti rawa, tanaman, dan gambut. Umumnya jenis jenis tanah ini dapat ditemui di tempat yang memiliki iklim basah dan sering terguyur oleh hujan. Ciri-cirinya, tanah organosol hanya memiliki ketebalan sekitar 0,5 mm saja.

Tanah Oxisol

Merupakan jenis tanah yang memiliki kandungan alumunium oksida serta zat besi yang sangat tinggi. Jenis tanah ini tersebar di wilayah beriklim tropis. Ciri-cirinya, ketebalan yang dimiliki oleh tanah oxisol tak lebih dari 1 meter serta memiliki warna merah dan kuning. Teksturnya pun halus seperti tanah liat.

Tanah Padas

Tanah ini masuk dalam kategori tanah yang bersifat keras bahkan mirip dengan bebatuan. Dengan kata lain, tak ada kandungan air di dalam jenis tanah padas. Selain itu, kandungan unsur hara di dalamnya sangat rendah.

Tanah Pasir

Merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan pasir. Umumnya tanah pasir tersebar secara merata di area pantai. Dengan tektur yang sangat lemah, maka tanah pasir tak memiliki kandungan mineral dan air. Untuk tanah pasir, Indonesia masuk dalam salah satu negara yang memiliki jumlah tanah pasir terluas di dunia.

Tanah Liat

Jenis Tanah yang terakhir adalah tanah liat. Ini merupakan tanah yang mengandung campuran silikat serta alumunium dengan diameter antara 4 mikro meter ke bawah. Proses pembentukan tanah liat terjadi karena adanya pelapukan batuan silika melalui asam karbonat. Beberapa tanah liat juga terbentuk dari aktivitas alami yang terjadi di dalam bumi. Umumnya, tanah liat memiliki warna abu-abu pekat bahkan lebih mengarah ke warna hitam.

Demikian ulasan tentang jenis jenis tanah yang tersebar di permukaan bumi, semoga bermanfaat.

15 Jenis-jenis Tanah Beserta Ciri-Ciri Lengkapnya