Bijih Mangan dan Proses Pembentukannya

Mangan adalah salah satu unsur kimia (simbol Mn) yang dikategorikan sebagai logam transisi. Warna asli unsur ini adalah perak metalik. Di Indonesia, pada umumnya bijih utama pembawa mangan adalah psilomelane dan pyrolusite.

Di alam, mangan tidak bisa ditemukan sebagai unsur yang berdiri sendiri. Mangan biasanya berada pada mineral seperti manganite, sugilite, purpurite, rhodonite, rhodochrosite, dan pyrolusite. Unsur ini juga dapat ditemukan di beberapa mineraloid seperti psilomelane dan wad.

Nah, bagaimanakah genesa atau proses terbentuknya mangan ini?, simak penjelasannya.

proses terbentuknya mangan
Tambang mangan terbesar di Afrika Selatan (Tshipi Borwa Manganese Project).

Deposit bijih mangan dapat terbentuk melalui beberapa genesa, yaitu:
  1. Proses hidrotermal atau biasa disebut sebagai proses primer
  2. Proses sedimentasi bawah laut
  3. Proses pengkayaan supergen
  4. Proses pelapukan/laterit residu.

Dari empat genesa di atas apabila kita generalkan maka pembentukan mangan terbagi menjadi dua bagian besar yaitu melalui proses primer (hidrothermal) dan sekunder (sedimentasi bawa laut, supergen, laterit residu).

Pembentukan Mangan secara Primer

Endapan mangan primer yang terjadi karena proses hidrotermal dicirikan oleh hadirnya produk hidrotermal berupa zona batuan atau mineral ubahan, breksi hidrotermal, silisifikasi atau silisikasi baik dalam bentuk urat-urat atau batuan yang terkersikkan, disamping stockwork.

Endapan mangan ini terbentuk karena proses presipitasi akibat thermal effect atau karena replacement process oleh fluida hidrotermal pada batuan samping.

Pembentukan Mangan secara Sekunder

Endapan mangan sekunder berasal dari endapan mangan primer yang sudah terbentuk sebelumnya yang mengalami proses pelapukan, pengikisan, atau pelarutan yang kemudian diendapkan kembali, baik ditempat yang sama atau dipindahkan ke tempat lain.

Proses sekunder didominasi oleh agen pelapukan dan media air, yang menghasilkan jejak-jejak pembentukan yang khas seperti gejala oksidasi, percampuran dengan detritus lainnya, struktur perlapisan, atau nodul-nodul yang menggambarkan manifestasi dari agen-agen tersebut.

Untuk dapat mengungkap dengan pasti bagaimana proses pembentukan mangan di suatu daerah, pakar geologi akan melakukan pendekatan ilmiah dengan cara telaah data sekunder, pengamatan geologi lapangan dan analisis laboratorium.

Dengan memeriksa asosiasi, penampakan, tekstur dan struktur deposit baik mikro (di laboratorium) maupun di lapangan maka diharapkan Anda dapat mengetahui proses terbentuknya bijih mangan di suatu wilayah.
LihatTutupKomentar