5 Ciri Batuan Beku Dalam dan Struktur Lapisannya

Ciri batuan beku dalam – Batuan intrusif atau batuan beku dalam merupakan jenis batuan yang terbentuk dari ketika magma mengalami proses pendinginan di sekitar batuan yang telah ada sebelumnya. Secara perlahan, magma mengalami kristalisasi dan akhirnya memadat di dalam perut bumi. Pada umumnya, batuan beku dalam memiliki warna yang cenderung terang dengan tekstur kasar. Ukuran batu ini terbilang cukup besar, yakni hingga beberapa kilometer. Contoh batuan beku dalam adalah gabro, diorite, pegmatit, granit, dan peridotit.

Proses Terbentuknya Batuan Beku Dalam


Batuan Beku Dalam
Gambar Contoh Batuan Beku Dalam.

Seperti penjelasan di atas, batuan beku dalam terbentuk di bawah permukaan tanah atau di dalam kerak bumi dari proses kristalisasi magma. Magma secara perlahan akan terdorong ke arah retakan tanah atau ruang yang dapat dimasuki oleh magma tersebut. Pada proses ini, terkadang ada batuan lain yang ikut terdorong oleh magma.

Setelah itu, magma akan mengeras dan membentuk batuan. Proses pembentukan batuan beku dalam terbilang sangat lama bahkan dapat memakan waktu hingga jutaan tahun lamanya.

Ciri-Ciri Batuan Instrusif/ Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam yang mengalami proses kristalisasi di bawah permukaan tanah disebut dengan pluton. Apabila pluton memiliki ukuran yang besar, maka disebut sebagai stock atau batolit. Adapun ciri batuan beku dalam adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan mencapai beberapa kilometer. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya celah serta aktivitas vulkanik magma di dalam perut bumi. Semakin banyak retakan atau celah yang dapat dimasuki oleh magma, maka semakin besar pula ukuran batuan beku dalam.
  2. Batuan beku memiliki struktur holokristalin yang menunjukkan bahwa komposisi pembentuk batuan beku dalam tersusun oleh kristal yang sempurna. Proses kristalisasi magma secara sempurna inilah yang akhirnya membuat batuan beku dalam tak memiliki lubang-lubang di bagian tubuh batuan.
  3. Batuan dalam memiliki permukaan yang lebih kasar apabila dibandingkan dengan batuan beku luar.
  4. Batuan beku dalam memiliki sifat pejal atau masif.
  5. Memiliki struktur yang berlapis-lapis layaknya batuan beku pada umumnya.

Itulah beberapa ciri batuan beku dalam yang membedakannya dengan jenis batuan lain.

Struktur Lapisan Batuan Beku Dalam

Selain memiliki ciri-ciri di atas, batuan beku dalam juga dapat dikategorikan melihat struktur lapisannya. Dalam hal ini, terdapat 2 lapisan berdasarkan kedudukannya, yakni lapisan konkordan dan lapisan diskordan.

Konkordan


Diskordan
Konkordan dan Diskordan.

Lapisan konkordan merupakan bagian tubuh batuan beku dalam yang sejajar dengan lapisan batuan lain yang ada di sekitarnya. Inilah bentuk-bentuk lapisan konkordan:

Siil
Merupakan batuan beku yang terbentuk akibat penyusupan magma yang terjadi di antara lapisan batuan dan akhirnya membentuk lapisan magma tipis.

Laccolith
Merupakan batuan beku yang terbentuk akibat penyusupan magma yang terjadi pada dua lapisan batuan lain yang berada di bawah permukaan bumi. Proses penyusupan magma tersebut akan membuat lapisan di bagian atass batuan beku terangkat sehingga berbentuk cembung sedangkan pada bagian bawahnya tetap datar.

Lapolith
Merupakan kebalikan dari laccolith. Lappolith sendiri merupakan batuan beku yang bagian bawahnya berbentuk cembung sedangkan bagian atasnya berbentuk datar.

Paccolith
Merupakan batuan beku yang menempati antiklin atau sinklin yang sebelumnya telah terbentuk. Ketebalan batuan beku dalam jenis ini dapat mencapai ribuan kilometer.

Diskordan

Lapisan diskordan merupakan bagian tubuh batuan beku dalam yang memiliki struktur tidak sejajar atau memotong bagian batuan induknya yang diterobos ketika pembentukan diskordan. Adapun bentuk-bentuk dikordan adalah sebagai berikut:

Dyke
Merupakan batuan beku yang bentuknya memotong lapisan batuan lain. Bentuk dyke memanjang dan ketebalannya beragam mulai dari beberapa centimeter hingga ratusan kilometer.

Batolith
Merupakan bentuk batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma akibat penurunan suhu yang lambat. Batolith terbentuk perlahan namun memiliki ukuran yang sangat besar.

Stock
Merupakan bentuk batuan beku dalam yang prosesnya sama dengan batolith. Hanya saja ukuran stock lebih kecil dibandingkan dengan batolith. Setidaknya stock memiliki ukuran kurang dari 10 kilometer persegi.

Itulah beberapa bentuk batuan beku dalam jika dilihat dari struktur lapisan serta cara terbentuknya. Semoga ulasan tentang ciri batuan beku dalam ini bermanfaat.

5 Ciri Batuan Beku Dalam dan Struktur Lapisannya