5 Karakteristik Pola Aliran Sungai dan Proses Terbentuknya

Karakteristik Pola Aliran Sungai – Dalam geomorfologi, munculnya pola yang muncul pada aliran sungai terbentuk dari struktur batuan di sekitar aliran sungai tersebut. Meski demikian, selain struktur batuan sekitar sungai ada beberapa hal lain yang mempengaruhi pola aliran sungai seperti topografi tanah, kerasnya batuan, hingga bentuk permukaan bumi. Jadi bukan yang aneh apabila tiap aliran sungai memiliki karakteristik pola yang berbeda-beda.

Macam Pola Aliran Sungai


Macam Pola Aliran Sungai
Macam Pola Aliran Sungai

Berbicara mengenai karakteristik pola aliran sungai, berikut adalah beberapa jenis pola aliran sungai serta hal lain yang membentuk aliran tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pola Dendritik

Ini adalah pola aliran sungai yang paling umum dan sering dijumpai. Karakteristik dari pola aliran sungai dendritik adalah memiliki cabang atau anak cabang sungai yang bentuknya mirip dengan garis penampang pada daun. Secara umum, pola aliran ini dikendalikan oleh litologi yang homogen. Di samping itu, pola aliran sungai dendritik memiliki kerapatan yang dikontrol oleh jenis batuan-batuan yang terdapat di sekitar sungai.

Pola aliran sungai dendritik yang mengalir di atas batuan-batuan yang tidak resisten terhadap erosi sehingga membentuk tekstur sungai yang sangat rapat. Sebaliknya, ketika aliran sungai dendritik mengalir pada batuan yang memiliki tingkat resistensi tinggi terhadap erosi akan membentuk tekstur sungai yang renggang. Maksud dari tekstur sungai adalah panjang sungai per satuan luas.

Pola Trellis

Pola aliran sungai yang selanjutnya adalah pola trellis. Pada pola ini, aliran sungai akan membentuk seperti pagar yang dikontrol oleh struktur-struktur geologi berupa lipatan antiklin dan sinklin. Karakteristik atau ciri-ciri dari pola aliran trellis adalah terdapat kumpulan saluran air yang berbentuk sejajar dan mengalir mengikuti kemiringan permukaan bumi namun bentuknya tegak lurus terhadap sumber utama alirannya. Pada umumnya pola aliran sungai trellis searah dengan sumbu lipatan.


Berbeda dengan pola aliran sungai dendritik, pola trellis menjadi perpaduan dari sungai subsekuen dan sungai konsekuen. Pola aliran sungai ini juga dapat terbentuk di sepanjang lembah pararel. Pada daerah tersebut, aliran sungai akan melewati lembah-lembah dan akhirnya bergabung dengan saluran utamanya.

Pola Radial

Pola aliran sungai radial merupakan aliran yang mengalir secara distribusi atau menyebar dari titik ketinggian tertentu seperti dari puncak instrusi magma atau gunung api. Karakteristik pola aliran sungai radial mengikuti bentuk muka bumi yang cembung. Dengan begitu, maka pola aliran sungai radial umumnya memiliki bentukan alam kubah dan laccolith.

Pola Radial Sentripetal

Pola aliran sungai ini merupakan kebalikan dari pola aliran sungai radial. Pada pola radial sentripetal, aliran sungai umumnya akan mengalir pada depresi atau cekungan yang berukuran besar. Pola aliran sungai ini umumnya banyak dijumpai di wilayah bagian Barat dan bagian Barat Laut benua Amerika.

Dalam perjalanannya, pola aliran ini akan berkembang sehingga membentuk pola annular yakni sebuah pola yang awalnya berupa aliran sungai radial sentripetal, kemudian menjadi sungai obsekuen, sungai subsekuen sejajar, dan sungai resekuen.

Pola Rektangular

Pola aliran sungai ini umumnya terjadi pada struktur batuan beku dan biasanya memiliki bentuk lurus dengan mengikuti struktur patahan. Karakteristik pola aliran sungai ini ditandai dengan bentuk sungai yang tegak lurus. Pada umumnya pola aliran sungai rektangular berkembang pada batuan-batuan yang resisten terhadap erosi sehingga tipe erosi batuan tersebut mendekati seraga. Meski demikian, pola aliran ini juga dikontrol atau dikendalikan oleh kekar 2 arah dengan sudut tegak lurus.

Kekar atau rekahan biasanya kurang begitu resisten terhadap erosi sehingga memungkinkan air mengalir serta berkembang dari rekahan dan akhirnya membentuk pola aliran yang mengikuti sistem kekar tersebut. Apabila aliran sungai yang terbentuk mengikuti jalur yang terkonsentrasi pada tempat-tempat dimana terdapat batuan lunak, maka cabang sungai akan membentuk sudut tumpul.

Dengan kata lain, pola aliran ini dikontrol oleh struktur-struktur geologi seperti patahan atau sesar dan kekar atau patahan. Aliran sungai rektangular akan senantiasa alur dari struktur geologi tersebut.

Selain beberapa pola aliran sungai di atas, sebenarnya masih terdapat pola aliran sungai lainnya seperti deranged, multi-basinal atau memusat, dan aliran sungai sejajar. Namun pola aliran sungai tersebut sangat jarang ditemui. Demikian ulasan mengenai karakteristik pola aliran sungai pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Karakteristik Pola Aliran Sungai dan Proses Terbentuknya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel