Lapisan Stratosfer: Karakteristik, Suhu, dan Lapisan yang Menyusunnya

Lapisan stratosfer merupakan komponen pendapat lapisan atmosfer dengan urutan kedua terendah setelah lapisan troposfer. Lapisan ini memiliki ketinggian sekitar 10 km hingga 50 km di atas permukaan bumi. Namun pada wilayah kutub, stratosfer dapat ditemukan pada ketinggian sekitar 8 km. Hal ini karena bentuk atmosfer sendiri lonjong sehingga ketinggianya antara wilayah khatulistiwa dan kutub berbeda-beda. Untuk Mengetahui secara detail tentang stratosfer, simak ulasan berikut.

Karakteristik Stratosfer

Lapisan Stratosfer
Lapisan Stratosfer

Sekedar informasi, lapisan atmosfer terdiri dari beberapa lapisan lain yang melindungi serta menyelimuti seluruh permukaan bumi seperti lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer atau ionosfer, dan lapisan eksosfer. Setiap lapisan tersebut memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda-beda. Untuk stratosfer, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki ketinggian mulai dari 10 km hingga 50 km di atas permukaan bumi.
  2. Dapat menyerap serta mengurangi radiasi yang memancar dari sinar matahari. Hal ini sangat berguna karena dengan adanya stratosfer, maka radiasi sinar ultra violet yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dapat dihindari. Dalam hal ini, 90% sinar ultraviolet akan tertahan pada stratosfer. Sedangkan 10% sinar tersebut sampai pada permukaan bumi.
  3. Pada lapisan ini, terdapat gas ozon.
  4. Memiliki tingkatan atau stratifikasi suhu seperti halnya lapisan troposfer.

Itulah beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang dimiliki oleh stratosfer. Karakteristik tersebut hanya ada pada stratosfer saja sehingga tidak dimiliki oleh lapisan atmosfer yang lainnya.

Suhu yang Terdapat pada Stratosfer

Berbicara mengenai suhu pada stratosfer, dapat dipastikan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara suhu pada permukaan bumi, lapisan troposfer, dan lapisan stratosfer. Hal ini juga berlaku untuk lapisan-lapisan atmosfer lain yang lebih tinggi seperti mesosfer, troposfer, dan eksosfer.

Semakin naik ke atas, maka suhu stratosfer akan semakin menurun. Bahkan pada lapisan paling atas stratosfer, suhunya dapat mencapai -3 derajat Celcius atau menemui titik beku air. Kenaikan suhu tersebut akan berhenti pada lapisan stratosfer yang paling atas, yakni stratopause yang merupakan lapisan pemisah antara stratosfer dan lapisan di atasnya yaitu mesosfer.

Perubahan suhu yang terdapat pada stratosfer selain dipengaruhi oleh ketinggian, juga dipengaruhi oleh adanya ozon pada lapisan tersebut. Seperti yang dijelaskan di atas, lapisan ozon pada stratosfer memiliki fungsi menyerap radiasi sinar UV dari sinar matahari. Sinar UV tersebut akan dipecah menjadi oksigen diatomik dan oksigen atomik. Oksigen diatomik merupakan jenis oksigen yang umumnya terdapat pada bagian bawah stratosfer. Sedangkan oksigen atomik letaknya ada di bagian atas stratosfer.

Jenis-Jenis Lapisan Penyusun Stratosfer

Seperti halnya atmosfer, stratosfer pun terdiri dari beberapa lapisan penyusun. Setidaknya terdapat 3 lapisan pada stratosfer yakni isotermis, panas, dan campuran teratas. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Lapisan Isotermis
Lapisan isotermis adalah lapisan yang letaknya berada di bagian stratosfer paling bawah. Lapisan ini memiliki jarak sekitar 20 km dengan lapisan di atasnya. Pada lapisan isotermis, suhu atau temperatur di dalamnya terbilang tetap dan tidak berubah.

2. Lapisan Panas
Lapisan kedua pada stratosfer adalah lapisan panas. Apabila pada lapisan isotermis suhu atau temperature udara tidak berubah, maka pada lapisan panas terjadi peningkatan temperature secara bertahap hingga ketinggian 45 km. Kenaikan suhu pada lapisan panas dipengaruhi oleh daya kerja gas ozon yang menyerap radiasi sinar ultra violet dari cahaya matahari. Oleh karena itu, suhunya mengalami peningkatan tergantung dari ketinggilan lapisan panas. Semakin besar ketinggian lapisan panas, maka suhunya pun akan semakin tinggi.

Lapisan ini biasanya dimanfaatkan oleh manusia dalam menerbangkan pesawat bermesin jet. Hal ini karena tidak terdapat kandungan uap air seperti halnya pada lapisan troposfer sehingga tidak akan memberikan pengaruh pada pesawat bermesin jet tersebut. Tanpa adanya kandungan uap air, maka perubahan cuaca pun tak akan terjadi pada lapisan panas.

3. Lapisan Campuran Teratas
Lapisan campuran teratas merupakan bagian paling atas dari stratosfer. Karena letaknya berada di paling atas stratosfer, maka lapisan ini juga mengandung atau terdiri dari lapisan stratopause yakni sebuah lapisan pemisah antara stratosfer dan mesosfer. Pada lapisan campuran teratas, suhu akan mencapai titik normal kembali.

Itulah beberapa lapisan-lapisan penyusun stratosfer. Dengan melihat susunan stratosfer tersebut, maka manusia dapat mengetahui bahwa di bumi sendiri terdapat beragam jenis lapisan yang memiliki fungsi berbeda-beda. Semoga ulasan tentang lapisan stratosfer di atas bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lapisan Stratosfer: Karakteristik, Suhu, dan Lapisan yang Menyusunnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel