Lapisan Termosfer: Karakteristik, Lapisan-Lapisan serta Fungsinya

Lapisan termosfer merupakan salah satu lapisan penyusun atmosfer yang posisinya berada setelah lapisan troposfer, lapisan stratosfer, dan lapisan mesosfer. Secara bahasa, termosfer atau thermosfer memiliki arti panas. Ketinggian lapisan ini berada sekitar 85 km di atas permukaan bumi.

Seperti halnya atmosfer, termosfer pun memiliki lapisan-lapisan yang semuanya menunjukkan adanya transisi atau peralihan. Transisi pada termosfer yang pertama dimulai pada ketinggian 81 km di atas bumi karena adanya terjadi serapan radiasi sinar UV dari cahaya matahari. Radiasi tersebut dapat menyebabkan sebuah reaksi kimia hingga terbentuklah lapisan bermuatan listrik atau yang disebut dengan ionosfer. Pada lapisan ionosfer inilah gelombang radio dan elektromagnetik yang berasal dari permukaan bumi dipantulkan.

Karakteristik Termosfer

Lapisan Termosfer
Lapisan Termosfer

Sama seperti lapisan-lapisan atmosfer yang lainnya, termosfer juga memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, dan eksosfer. Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh termosfer atau lapisan ionosfer adalah:
  • Pada termosfer, terdapat molekul atau atom yang mengalami proses ionisasi. Proses inilah yang membuat troposfer juga disebut sebagai lapisan ionosfer. 
  • Semakin tinggi jarak termosfer dari permukaan bumi, maka suhu yang dimiliki oleh lapisan ini akan semakin rendah. Ini adalah salah satu bentuk bahwa terdapat inversi pada termosfer. Meski demikian, pada termosfer yang mendekati jarak dengan eksosfer, suhu yang dimilikinya akan semakin tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh pancaran sinar UV dari matahari yang menjadikan suhu termosfer dapat mencapai ratusan derajat celcius. 
  • Terdapat partikel ion yang berguna sebagai pemantul gelombang radio serta peralatan elektromagnetik yang lain. Partikel ion tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan teknologi komunikasi manusia.

Lapisan-Lapisan yang Terdapat pada Termosfer

Termosfer sendiri terdiri dari beberapa lapisan lain mulai dari bawah hingga atas. Adapun lapisan-lapisan yang terdapat pada termosfer adalah sebagai berikut:

Lapisan Udara E
Merupakan lapisan paling rendah dari termosfer. Lapisan udara E memiliki ketinggian mulai dari 80 km hingga 150 km. Meski demikian, rata-rata ketinggian lapisan udara E adalah 100 km di atas permukaan air laut. Hal ini karena persebaran termosfer tidak merata, yakni lebih tipis di daerah kutub dan lebih tebal di wilayah khatulistiwa.

Suhu yang terdapat pada lapisan udara E paling rendah adalah minus 70 derajat Celcius dan paling tinggi 50 derajat Celcius. Pada lapisan inilah gelombang radio dipantulkan.

Lapisan Udara F
Lapisan selanjutnya adalah lapisan udara F yang memiliki ketinggian sekitar 150 km hingga 400 km di atas bumi. Lapisan udara ini juga disebut dengan nama Appleton.

Lapisan Udara Atom
Lapisan udara yang ketiga pada termosfer adalah lapisan udara atom. Seperti namanya, lapisan ini mengandung banyak atom. Letaknya sekitar 400 km hingga 800 km di atas permukaan bumi. Pada lapisan ini, suhu atau temperature udara terbilang sangat tinggi karena pengaruh paparan sinar matahari secara langsung. Perkiraan suhu pada lapisan udara atom dapat mencapai 1.200 derajat Celcius.

Lapisan Termopause
Lapisan paling tinggi yang dimiliki oleh termosfer adalah lapisan termopause. Ini adalah lapisan yang menjadi batas antara lapisan termosfer dan lapisan eksosfer. Pada lapisan ini, suhu dapat dikatakan lebih konstan terhadap ketinggian dari permukaan bumi. Meski demikian, terkadang suhu pada lapisan termopause juga berubah seiring dengan waktu tergantung penyerapan radiasi dari sinar ultraviolet dan gamma.

Fungsi Termosfer

Secara garis besar, lapisan termosfer atau lapisan ionosfer memiliki beberapa fungsi. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Termosfer menjadi tempat terjadinya proses ionisasi yang berasal dari gas-gas, yang nantinya akan dibantu oleh sinar matahari. Pada kondisi ini, molekul-molekul oksigen serta gas lain akan memecah hingga akhirnya berbentuk oksigen atomik. Pecahan lain dari gas tersebut akan memunculkan panas sehingga terjadiah peningkatan temperature atau suhu udara. 
  • Berfungsi sebagai pemantul gelombang elektromagnetik seperti gelombang radio. Gelombang tersebut akan memberikan peran dan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. 
  • Membantu menahan paparan sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh cahaya matahari. Dengan begitu, sinar matahari dapat mulai dipecah kemudian diproses kembali pada lapisan-lapisan yang letaknya berada di bawah termosfer seperti mesosfer, stratosfer, dan troposfer sehingga tidak berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. 

Itulah beberapa manfaat atau fungsi yang diberikan oleh lapisan termosfer, semoga bermanfaat.

Lapisan Termosfer: Karakteristik, Lapisan-Lapisan serta Fungsinya