Apa itu Marmer Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk saat batu kapur (batu gamping) menjadi sasaran panas dan tekanan melalui prose...
Daerah Penghasil Emas di Indonesia dengan Cadangan Melimpah

Daerah Penghasil Emas di Indonesia dengan Cadangan Melimpah

Emas adalah salah satu hasil pertambangan yang bernilai tinggi. Tidak mengherankan jika banyak orang dan perusahaan yang gencar menjalankan pertambangan emas di berbagai wilayah. Indonesia sendiri, terkenal dengan kekayaan SDA atau Sumber Daya Alamnya yang luar biasa melimpah. Salah satu SDA di tanah air yang banyak jumlahnya adalah emas. Perlu diketahui bahwa emas yang ditambang dari Indonesia terkenal dengan kualitasnya yang bagus. Hasil pengelolaan emas Indonesia sangat laris manis di pasaran dunia. Daerah penghasil emas di indonesia memiliki cadangan emas yang melimpah. Hal inilah yang membuat Indonesia dikenal sebagai negara penghasil emas paling besar kedua di dunia.

Baca juga: Daerah Penghasil Nikel di Indonesia

Daftar Daerah Penghasil Emas di Indonesia
Umumnya, daerah penghasil emas di indonesia tersebar di wilayah Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Namun ternyata, ada pula daerah di luar Sumatera dan Papua yang menjadi penghasil emas terbesar. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa daerah di Indonesia yang berperan dalam memasok kebutuhan emas di dunia.

1. Bengkalis, Provinsi Riau
Daerah penghasil emas di indonesia yang pertama adalah Bengkalis yang terletak di Provinsi Riau. Bengkalis adalah penghasil emas paling besar yang ada di Pulau Sumatra.

2. Daerah Cikotok, Banten
Tidak hanya terkenal dengan tembaganya, daerah Cikotok, Banten juga kaya akan emas. Perlu Anda ketahui bahwa wilayah penghasil emas yang paling besar kedua di Indonesia ada di daerah Cikotok. Cikotok awalnya masuk dalam bagian Provinsi Jawa Barat. Tapi kemudian keluar dan menjadi salah satu kota di Banten. Tambang emas Cikotok dimulai ketika ahli Geologi Belanda menemukan endapan batu bara dan emas di wilayah Cikotok, Cimandiri, Bayah, dan sekitarnya. Kemudian di tahun 1839, Belanda melakukan eksplorasi besar-besaran di wilayah Cikotok.

3. Daerah Mimika, Papua
Papua adalah daerah penghasil emas di indonesia. Hal inilah yang membuat lahan di Papua diperebutkan oleh para investor. Perusahaan pertambangan terbesar yang dikenal sampai dengan sekarang ini adalah Freeport Indonesia. Penambangan emas di Papua dilakukan di wilayah Kecamatan Tembagapura.

4. Martabe, Tapanuli Selatan
Di Indonesia bagian timur lainnya, terdapat salah satu penghasil emas terbesar di Tapanuli Selatan tepatnya daerah Martabe. Berdasarkan informasi yang ada penambangan di Martabe telah menghasilkan emas hingga 3 juta ons dan perak sebesar 32 juta ons sejak memulai produksi pada tahun 2013. Sampai dengan saat ini, banyak orang percaya bahwa tambang Martabe masih menyimpan emas 7.86 juta ons dan perak 73,48 juta ons.

Baca juga: Daerah Penghasil Tembaga di Indonesia

5. Gosowong, Halmahera
Penambangan emas terbesar di tanah air selanjutnya ada di Gosowong, Halmahera. Produksi emas di kawasan ini sudah dikelola oleh BUMN secara langsung. Tak hanya emas, Gosowong juga kaya akan pertambangan perak. Selama 20 tahun berproduksi, daerah penghasil emas di indonesia ini diperkirakan telah menghasilkan biji emas sebanyak 20 juta ons dari dalam perut bumi.

6. Kapuas, Kalimantan Tengah
Selain identik dengan sungainya yang panjang, Kapuas ternyata juga memiliki tambang emas yang cukup besar. Tambang emas tersebut ada di desa terpencil bernama Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah. Lokasi pertambangannya memang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Selain beberapa daerah penghasil emas di indonesia yang diulas di atas, masih banyak tempat lain yang juga menjadi salah satu kawasan penghasil emas. Beberapa diantaranya adalah Malinau Kalimantan Timur, Monterado Kalimantan Barat, Logas Provinsi Riau, dan lain sebagainya.
Baca selengkapnya »
Daerah Penghasil Nikel di Indonesia Terpopuler

Daerah Penghasil Nikel di Indonesia Terpopuler

Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak. Mineral dan batuan adalah SDA yang identik dengan Indonesia. Salah satu mineral yang banyak dihasilkan Indonesia adalah nikel. Daerah penghasil nikel di indonesia memang tergolong banyak. Jadi wajar saja jika banyak pengusaha tambang yang menjual nikel ke berbagai negara.

6 Daerah Penghasil Nikel di Indonesia
Nikel sendiri adalah sumber daya alam yang sangat banyak di Indonesia. Umumnya, daerah penghasil nikel ada di wilayah bagian timur, mulai dari Papua, Sulawesi, dan lain sebagainya. Di mata dunia, Indonesia terkenal dengan produk nikelnya yang berkualitas. Perlu Anda ketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan hasil tambang nikel berkualitas yang paling besar di dunia. Filipina dan Indonesia berada di peringkat teratas sebagai penyedia produk nikel tertinggi. Meskipun keduanya adalah negara berkembang, faktanya banyak nikel dari Indonesia dan juga Filipina yang di ekspor ke berbagai negara. Yang menjadi pertanyaan adalah dimana saja daerah penghasil nikel di indonesia? Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

Baca juga: Daerah Penghasil Emas di Indonesia

1. Morowali
Morowali yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah adalah penghasil nikel yang cukup besar di Indonesia. Saking besarnya, pertambangan nikel di Morowali sempat diperebutkan oleh perusahaan tambang raksasa. Memang, banyak investor dari berbagai negara yang menunjukkan ketertarikannya dengan bisnis pertambangan nikel di Indonesia. Hal tersebut tentu saja karena cadangan nikel di tanah air yang sangat melimpah. Pertambangan nikel di Morowali ada di daerah Petasia Timur, Bahadopi, Petasia, Bungku Pesisir, Menui Kepulauan dan Bungku Timur.

2. Sorowako, Sulawesi Selatan
Daerah penghasil nikel di indonesia selanjutnya adalah Sorowako yang ada di provinsi Sulawesi Selatan. Daerah ini tidak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, tapi juga terkenal dengan cadangan nikelnya yang tinggi. Kota ini memiliki area operasi sebuah perusahaan tambang nikel yang paling besar di dunia. Dari Makassar, Anda harus melakukan perjalanan selama 12 jam dengan naik bus sampai Sorowako.

3. Halmahera Timur di Maluku Utara
Maluku Utara adalah daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil nikel terbesar, tepatnya di Halmahera Timur. Area pertambangan ada di dua wilayah yakni Maba dan Wasile. Lokasi pertambangan tersebut adalah sumber utama penghasil nikel yang ada di Kepulauan Maluku.

4. Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan
Selain Sorowako, Luwu Timur adalah wilayah di Sulawesi Selatan yang kaya akan nikel. Luwu Timur sendiri sebenarnya adalah daerah pemekeran yang sebelumnya menyatu dengan luwu. Di Luwu Timur, tambang nikel bisa ditemukan di daerah Malili dan Nuha.

5. Kolaka Sulawesi Tenggara
Sulawesi memang memiliki banyak sekali spot pertambangan nikel dengan cadangan yang melimpah. Tidak terkecuali wilayah Kolaka yang masuk sebagai salah satu daerah penghasil nikel di indonesia. Tambang nikel di Kolaka ini bisa Anda jumpai di Latambaga dan Pomala.

Baca juga: Daerah Penghasil Tembaga di Indonesia

6. Pulau GAG, Papua Barat
Pulau Gag memiliki pesona alam yang sangat indah. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik mengunjungi pulau ini. Tidak hanya itu, pulau yang ada di Raja Ampat Papua ini juga menyimpan hasil tambang nikel yang sangat banyak. Sehingga banyak investor yang ingin berbisnis tambang nikel di daerah ini.

Bisa dilihat bahwa sebagian besar, daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia ada di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua. Sekian ulasan mengenai daerah penghasil nikel di indonesia, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Inilah Daerah Penghasil Tembaga di Indonesia

Inilah Daerah Penghasil Tembaga di Indonesia

Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia terkenal dengan hasil tambangnya yang melimpah. Mulai dari sumberdaya batu bara hingga mineral. Tahukah Anda bahwa di Indonesia ada banyak daerah yang kaya akan pertambangan tembaga. Daerah penghasil tembaga di indonesia tersebar di berbagai wilayah. Sehingga wajar saja jika tembaga yang dihasilkan di tanah air banyak yang diekspor ke luar negeri.

Jika dilihat dari data peringkatnya, Indonesia menduduki peringkat ke 2 sebagai negara dengan jumlah produksi tambang terbesar di dunia. Total produksinya mencapai angka 10,4% dari total produksi tambang yang ada di dunia. Sedangkan jika dilihat dari cadangan tembaganya, Indonesia mendapat peringkat ke 7 dengan cadangan sebesar 4,1 persen. Lantas, daerah mana saja yang memiliki kontribusi besar untuk pertambangan tembaga di Indonesia? Inilah penjelasannya.

Baca juga: Daerah Penghasil Nikel di Indonesia

1. Wonogiri, Tirtamoyo
Kabupaten yang berada di Jawa Tengah ini terkenal dengan aktivitas penambangan tembaganya yang sudah mulai berproduksi sejak lama. Setahun 2011 bersama-sama dengan tenaga pemahat dan belasan tenaga angkut yang berasal dari penap bulan, tembaga murni yang bisa dihasilkan bisa mencapai 1,8 ton. Sedangkan bahan tembaga mentah yang dihasilkan tiap bulannya adalah 21 ton. Di pertambangan ini, tembaga diproduksi dengan cara membuat trowongan mendatar yang memiliki panjang vertikal kurang lebih 13 meter dan panjang 54 meter.

2. Kompara, Papua (Timika)
Daerah penghasil tembaga di indonesia selanjutnya adalah Kompara, Papua. Wilayah Papua memang terkenal dengan sumber daya alamnya yang menakjubkan. Tidak mengherankan jika tembaga dari Papua menjadi salah satu suplier produksi tembaga di Indonesia.

3. Cikotok, Jawa Barat
Cikotok adalah salah satu daerah penghasil tembaga di indonesia yang tergolong besar. Dari Kota Serang, Cikotok bisa ditempuh dengan waktu sekitar 4 jam. Pertambangan tembaga di kota ini pertama kali dimulai oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839. Kemudian pada tahun 1936 sampai dengan 1939 dibuka secara resmi sebagai industri pertambangan tembaga. Di tahun 1939 hingga 1942, pemerintahan Hindia Belanda diketahui membangun pabrik pengolahan tembaga. Lalu dikuasai negara Jepang pada tahun 1945 sampai dengan 1948. Setelah merdeka, pertambangan tembaga di Cikotok dikuasai oleh Indonesia.

4. Sangkaropi, Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan juga populer dengan kekayaan alamnya yang menakjubkan. Salah satunya adalah hasil pertambangan tembaganya yang melimpah. Sebagai daerah penghasil tembaga di indonesia, Sangkaropi banyak menghasilkan tembaga untuk berbagai keperluan di Indonesia. Daerah Sangkaropi pada dasarnya tersusun dari Batuan Vulkanik. Batuan ini mengalami proses pelapukan yang tinggi. Hal tersebutlah yang membuat bahan galian emas dan tembaga sangat banyak di daerah ini. Berdasarkan informasi yang ada, perusahaan tambang tembaga di Sangkaropi sudah ada sejak tahun 70 an akhir.

5. Silungkang, Sumatera Barat
Sumatera Barat juga memiliki pertambangan tembaga yang cukup besar. Pertambangan tembaga tersebut berada di daerah Silungkang, Lunto, Sumbar.

Baca juga: Daerah Penghasil Emas di Indonesia

6. Sanaman Mantikei, Kalimantan Tengah
Daerah penghasil mineral tembaga selanjutnya adalah Sanaman Mantikei yang ada di Katingan Kalimantan Tengah. Hasil pertambangan tembaga dari Kalimantan Tengah ini terkenal berkualitas sehingga banyak digunakan untuk keperluan industri.

Selain nama-nama daerah di atas, masih ada banyak daerah penghasil tembaga murni lainnya di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Tasikmalaya Jabar, Sekongkang NTB, Pacitan Jatim,  Donggala Sulteng, Bone Sulsel, dan lain sebagainya. Demikianlah informasi mengenai daerah penghasil tembaga di indonesia. Semoga ulasan kali ini dapat menambah wawasan Anda.
Baca selengkapnya »
7 Bentuk Relief Dasar Laut yang Harus Anda Ketahui

7 Bentuk Relief Dasar Laut yang Harus Anda Ketahui

Relief dasar laut dapat diartikan sebagai sebuah bidang yang memiliki permukaan tidak merata, dalam hal ini lokasinya terdapat di dalam laut. Seperti halnya daratan, laut pun memiliki permukaan yang memiliki perbedaan tinggi dan rendah hingga kontur yang berbeda satu sama lain. Bahkan di bawah laut Anda dapat menemukan bentuk dataran rendah, dataran tinggi, lembah, gunung, dan lain sebagainya meskipun istilah penyebutannya berbeda.

Proses Terbentuknya Relief di Dasar Laut


 Relief di Dasar Laut
Relief Dasar Laut

Relief bawah laut memiliki bentuk yang sangat beragam. Perbedaan bentuk serta kontur tersebut tentu dipengaruhi oleh sebuah proses alami. Contohnya adalah munculnya gunung laut akibat proses vulkanisme dan munculnya retakan-retakan besar akibat pergeseran lempeng teknotik yang terletak di bawah samudra. Hal ini karena pergerakan lempeng tektonik akan memberikan pengaruh pada seluruh permukaan bumi, baik daratan ataupun lautan.

Bentuk Relief di Dasar Laut


Bentuk Relief di Dasar Laut
Bentuk Relief Dasar Laut

Seperti yang telah dijelaskan di atas, relief dasar laut memiliki beragam bentuk layaknya gunung hingga jurang di daratan. Adapun beberapa bentuk relief yang ada di dasar laut adalah sebagai berikut:

Gunung Laut

Bentuk relief bawah laut yang pertama yakni gunung laut. Seperti yang kita ketahui, gunung dapat diartikan sebagai sebuah tonjolan tinggi yang terdapat di permukaan bumi. Selain di daratan, lautan pun memiliki gunung yang berada di bagian dasar laut. Gunung yang letaknya di dasar laut pun dapat dibagi menjadi dua yakni gunung mati dan gunung api bawah laut.

Gunung api bawah laut merupakan sebuah gunung yang terbentuk akibat aktivitas vulkanisme. Letusan gunung api bawah laut dapat membawa dampak yang cukup besar hingga menimbulkan bencana alam seperti tsunami. Untuk gunung laut, ada yang memiliki puncak hingga menyentuh permukaan air namun ada pula yang puncaknya berada di bawah permukaan air.

Palung Laut

Palung laut merupakan salah satu relief di dasar laut dengan bentuk seperti jurang yang sempit, dalam, curam, serta gelap. Palung laut terkadang juga disebut sebagai trog. Umumnya, palung laut memiliki mulut yang lebar dan semakin jauh jaraknya di dasar laut, maka bentuknya akan semakin menyempit layaknya huruf ‘V’. Kedalaman palung laut dapat mencapai 10.000 meter.

Lubuk Laut

Basin atau lubuk laut merupakan relief bawah laut dengan bentuk cekungan besar yang menyerupai hufur ‘U’. Lubuk laut dan palung laut memiliki bentuk yang hampir sama. Hal yang membedakan adalah palung laut semakin dalam semakin menyempit sedangkan lubuk laut memiliki ukuran yang relatif konsisten baik pada bagian permukaan hingga dasar. Kedalaman lubuk laut dapat mencapai 6.200 meter.

Paparan Laut

Relief dasar laut selanjutnya adalah paparan laut. Paparan laut atau yang disebut dengan dangkalan laut merupakan sebuah wilayah di bagian dasar laut yang dangkal. Biasanya paparan laut merupakan dataran yang menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya. Munculnya paparan laut dapat dipengaruhi oleh menurunnya ketinggian tanah atau naiknya permukaan air laut. Kedalaman rata-rata paparan laut adalah 200 meter dengan lebar hingga 1.200 meter.

Punggung Laut

Merupakan dataran di bawah laut yang menjulang ke atas atau bisa disebut dengan perbukitan dasar laut. Hal yang perlu diingat, meskipun punggung laut merupakan dataran bawah laut yang menjulang ke atas, namun puncak dari punggung laut tidak akan mencapai bagian permukaan air.

Bentuk punggung laut terdapat di antara 2 lempeng yang menjauh satu sama lain. Dengan begitu, punggung laut memiliki lereng. Lereng landai pada punggung laut disebut dengan rise. Sedangkan lereng curam punggung laut disebut dengan ridge.

Ambang Laut

Relief di dasar laut yang berikutnya adalah ambang laut atau yang juga disebut dengan drempel. Ambang laut merupakan perbukitan di dasar laut yang letaknya berada di antara 2 laut dalam sehingga memisahkan perairan satu dengan perairan yang lainnya.

Ngarai Bawah Laut

Relief di dasar laut yang terakhir adalah ngarai bawah laut atau submarine canyon. Bentuk ngarai bawah laut adalah berupa lembah-lembah dan sungai seperti yang ada di daratan. Umumnya ngarai bawah laut terletak pada paparan benua dengan kedalaman sekitar 2.000 meter bawah permukaan air laut.

Dengan mengetahui tentang bentuk relief di dasar laut, maka manusia harus menyadari bahwa alam memiliki banyak sekali fenomena dan rahasia yang dapat dieksplorasi. Semoga ulasan tentang relief dasar laut di atas bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Pola Aliran Rectangular dan Karakteristiknya

Pola Aliran Rectangular dan Karakteristiknya

Pola Aliran Rectangular – Seiring berjalannya waktu, sistem jaringan pada sebuah sungai akan membentuk pola aliran tertentu di bagian saluran utama dengan cabang sungai. Pembentukan pola aliran sungai tersebut ditentukan oleh faktor geologi serta kondisi lain di sekitar aliran sungai.

Jenis-Jenis Pola Aliran Sungai



Macam Pola Aliran Sungai
Pola Aliran Sungai

Setidaknya terdapat 7 pola aliran sungai yang diketahui hingga saat ini. Adapun pola aliran sungai tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pola Aliran Sungai Dendritik
Merupakan pola aliran sungai yang bentuknya seperti pohon dengan badan sungai utama serta cabang dan anak sungai yang memiliki arah tak beraturan.

2. Pola Aliran Sungai Radial
Merupakan pola aliran sungai yang bentuknya memusat atau menyebar dengan satu titik pusat yang dipengaruhi oleh kemiringan permukaan tanah yang dilaluinya, dalam hal ini adalah lereng. Pola aliran ini dibagi menjadi 2 yakni tipe sentrifugal yakni arah pengalirannya menyebar dari sebuah titik pusat. Tipe kedua adalah sentripetal yakni pengalirannya memusat pada satu titik dari segala arah.

3. Pola Aliran Sungai Rectangular
Merupakan pola aliran sungai dimana anak sungai membentuk sudut tegak lurus dari aliran utamanya. Umumnya pola aliran rectangular terdapat di daerah patahan dengan sistem yang teratur.

4. Pola Aliran Sungai Trellis
Merupakan pola aliran sungai yang bentuknya seperti daun dengan cabang dan anak sungai yang letaknya sejajar. Aliran utama pada sungai ini umumnya terbentuk dari batuan sedimen yang memiliki resistensi rendah dan tinggi.

5. Pola Aliran Sungai Parallel
Merupakan pola aliran sungai yang letaknya sejajar dengan arah aliran sungai utamanya. Pola aliran sungai ini dapat dijumpai di daerah lereng bukit dengan kemiringan yang nyata serta berkembang pada batuan dengan tekstur homogen dan halus.

6. Pola Aliran Sungai Annular
Merupakan pola aliran dimana sungai pusat atau anak sungainya menyebar dengan bentuk melingkar. Pola aliran ini dapat dijumpai di daerah kubah.

7. Pola Aliran Sungai Multi-Basinal
Merupakan pola aliran sungai yang tidak sempurna dan sering disebut sebagai aliran sungai bawah tanah. Pola aliran sungai yang satu ini terkadang nampak dan terkadang tidak nampak di permukaan bumi. umumnya pola aliran sungai ini terbentuk di daerah yang penuh dengan karst atau batu gamping.

Itulah beberapa jenis pola aliran sungai yang dikenal hingga saat ini. Semua pola aliran sungai di atas dapat ditemukan tergantung permukaan bumi serta posisi sungai pusat yang berfungsi sebagai sumber aliran air.

Karakteristik Pola Aliran Sungai Rectangular



Aliran Sungai Rectangular
Aliran Sungai Rectangular
Setelah mengetahui tentang beberapa pola aliran sungai secara garis besar, kini saatnya mengulas lebih detail dengan pola aliran rectangular. Pada umumnya pola aliran sungai rectangular berkembang di batuan yang memiliki resistensi tinggi terhadap erosinya. Meski demikian, pada pola aliran sungai rectangular, kekar memiliki 2 arah yang masing-masing memiliki sudut tegak lurus.

Kekar merupakan rekahan yang umumnya tidak begitu resisten terhadap erosi sehingga air yang mengalir di dan berkembang dari bagian rekahan tersebut membentuk sebuah pola aliran tertentu yang akan mengikuti rekahan. Jika pola aliran sungai terkonsentrasi pada tempat dimana ada batuan lunak, maka pola aliran sungai rectangular akan berbentuk sudut tumpul. Inilah yang membuat pola aliran sungai rectangular senantiasa dipengaruhi oleh adanya struktur geologi berupa kekar atau rekahan dan sesar atau patahan.

Apabila diperhatikan, pola aliran sungai rectangular akan lebih mudah ditemui di wilayah-wilayah yang terpatahkan atau tersesarkan. Pada wilayah tersebut, anak sungai yang mengalir dari pusat sungai utama akan membentuk sudut tumpul. Meski demikian, terkadang pola aliran sungai rectangular juga dapat membentuk sudut yang cukup tajam tergantung seberapa tegak lurus wilayah yang dilewati olah aliran rectangular.

Demikian sedikit ulasan tentang pola aliran sungai rectangular. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa pola aliran sungai recatangular merupakan aliran sungai yang dikontrol atau dikendalikan oleh struktur geologi seperti sesar/patahan dan kekar/rekahan. Ciri utama yang dimiliki oleh pola aliran sungai rectangular adalah semua saluran atau anak cabang air akan bergerak mengikuti pola yang dibentuk dari patahan dan kekar permukaan bumi. Semoga ulasan mengenai pola aliran rectangular pada kesempatan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Anda.
Baca selengkapnya »
Pola Aliran Dendritik dan Karakteristiknya

Pola Aliran Dendritik dan Karakteristiknya

Pola aliran dendritik merupakan sebuah pola aliran sungai yang berbentuk seperti pohon. Dalam arti terdapat sungai induk serta anak atau cabang sungai yang memiliki percabangan tidak teratur. Anak atau cabang sungai yang muncul juga menyebar serta membentuk sudut yang sangat beragam.

Bagian-Bagian Sungai beserta Ciri-Cirinya


Pola Aliran Sungai

Sebelum lebih jauh mengulas tentang sungai dendritik, Anda harus memahami terlebih dahulu mengenai bagian-bagian sungai dan ciri-cirinya. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah memahami tentang pola aliran sungai dendritik. Secara garis besar, bagian sungai dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Bagian Hulu Sungai
Hulu sungai merupakan bagian dari sungai yang letaknya paling jauh dari muara. Dapat dikatakan bahwa hulu sungai adalah tempat dimana aliran sungai berawal. Dalam hal ini hulu sungai dapat berupa sumber air tanah ataupun aliran air yang datang dari danau yang letaknya lebih tinggi dibandingkan daratan.

Ciri-ciri hulu sungai adalah memiliki arus yang sangat deras, daya erosi yang dihasilkan cukup besar, dan memiliki arah erosi berbentuk vertikal. Di Indonesia sendiri, umumnya hulu sungai terletak di tempat-tempat tinggi seperti air terjun.

2. Bagian Tengah Sungai
Bagian tengah atau badan sungai merupakan wilayah sungai yang terletak di antara hulu dan muara. Dalam hal ini, air yang mengalir dari bagian hulu sungai akan mengalami penurunan tingkat arus serta daya erosi. Pada bagian tengah sungai, arus air cenderung lebih stabil.

Adapun ciri-ciri bagian tengah atau badan sungai adalah arus air serta daya erosi sungai mulai melemah, arah erosi menyebar secara vertikal dan horizontal, mulai terjadi pengendapan atau sedimentasi di bagian badan sungai. Selain itu, pada bagian badan sungai terkadang terjadi meander, yakni sebuah aliran berkelok dengan sudut hingga 180 derajat.

3. Bagian Muara Sungai
Bagian sungai yang terakhir adalah bagian muara atau hilir sungai, yakni bagian yang letaknya paling jauh dari hulu sungai. Dengan kata lain, hilir atau muara sungai merupakan kebalikan dari hulu sungai. Semua air sungai yang berasal dari hulu akan berakhir di bagian muara sungai.

Ciri-ciri bagian muara sungai adalah arusnya sangat tenang, daya erosi kecil, serta menjadi tempat dimana terjadi banyak pengendapan dari hasil erosi batuan yang berasal dari hulu sungai. Batuan yang telah mengalami erosi tersebut akan berpecah dan mengendap di bagian badan sungai hingga akhirnya terjadi proses pembatuan. Di samping itu, umumnya di bagian muara sungai terdapat palung dan delta dengan ukuran yang cukup besar.

Mengenal Karakteristik Pola Aliran Sungai Dendritik


Macam Pola Aliran Sungai Denditrik
Pola Aliran Sungai Denditrik

Berbekal dari penjelasan mengenai bagian-bagian sungai, Anda mungkin akan lebih memahami ulasan tentang pola aliran dendritik. Sekedar informasi, terbentuknya berbagai pola aliran sungai sebenarnya dipengaruhi oleh struktur geologis seperti retakan dan patahan serta kondisi di sekitar sungai itu sendiri.

Umumnya pola aliran sungai dendritik berkembang atau muncul di antara batuan homogen seperti batuan sedimen dengan pelapisan horizontal ataupun batuan beku homogen. Dengan kondisi yang demikian, maka badan sungai akan melewati batuan-batuan tersebut dan akhirnya menciptakan anakan sungai yang menyebar. Semakin jauh jangkauan sebaran anak sungai pada aliran dendritik, maka arus yang dihasilkan pun akan semakin kecil.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai sungai dendritik, Anda dapat membayangkan bagaimana bentuk serta bagian pohon. Pada pohon, terdapat satu batang pusat yang kemudian memunculkan ranting-ranting. Setelah itu, ranting akan berkembang menjadi cabang-cabang kecil. Hal ini juga terjadi pada aliran sungai dendritik.

Daratan yang Memiliki Pola Aliran Sungai Denditrik

Sebagai salah satu jenis pola aliran sungai yang tidak teratur, dendritik biasanya dapat ditemui di area pantai serta di daerah plato. Di daerah pantai, air laut yang lebih dibandingkan daratan kemungkinan dapat memunculkan sebuah sungai kecil dengan pola aliran yang tidak teratur. Hal tersebut karena biasanya di sekitar pantai terdapat batuan-batuan homogen.

Sedangkan pada daerah plato atau daratan tinggi, pola aliran dendritik lebih sering ditemui. Plato sendiri sebenarnya tidak selalu identik dengan pegunungan, namun juga dapat mengacu pada tempat lain dengan ketinggian di atas permukaan air laut di sekitar tempat tersebut. Demikian sedikit ulasan mengenai pola aliran dendritik, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
4 Ciri Batuan Beku Luar beserta Contohnya

4 Ciri Batuan Beku Luar beserta Contohnya

Batuan Beku Luar Terbentuk di Permukaan Bumi

Secara garis besar, batuan yang berada di permukaan bumi dapat dikategorikan menjadi 3 dilihat dari proses terbentuknya yakni batuan sedimen, batuan malihan, dan batuan beku. Batuan sedimen adalah jenis batuan yang terbentuk akibat proses sedimentasi. Batuan malihan atau yang disebut dengan batuan metamorf merupakan batuan yang terbentuk dari proses metamorfosis, baik dari batuan asal ataupun material lain dari hewan. Sedangkan batuan beku merupakan batuan yang berasal dari magma baik dengan proses kristalisasi atau tidak. 

Batuan beku sendiri dapat dibagi menjadi 3 berdasarkan letak terbentuknya. Pertama adalah batuan beku dalam yang terbentuk jauh di bawah permukaan bumi, yakni di sekitar dapur magma. Kedua adalah batuan beku luar yang terbentuk di luar permukaan bumi. Dan yang ketiga adalah batuan beku gang atau korok yang terbentuk melalui celah-celah atau retakan yang letaknya tidak begitu jauh dari permukaan bumi.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 700 jenis batuan beku yang ada di luar ataupun di dalam permukaan bumi. Sebagian besar batuan beku tersebut letaknya di bagian bawah permukaan kerak bumi. Pada kesempatan kali ini, kita akan lebih banyak membahas mengenai kbatuan beku luar.

Ciri-Ciri dan Contoh Batuan Beku Luar


 Contoh Batuan Beku Luar
Contoh Batuan Beku Luar

Setelah memahami secara garis besar mengenai jenis batuan beku, berikut adalah ulasan mengenai ciri batuan beku luar. Seperti yang dijelaskan di atas, proses pembentukan batuan beku berasal dari pemadatan, kristalisasi, dan pembekuan magma. Batuan beku luar atau sering juga disebut dengan batuan vulkanik (gunungapi) merupakan batuan yang terbentuk dimana magma membeku di luar permukaan bumi. Adapun ciri-ciri atau karakteristik batuan beku luar beserta contohnya adalah sebagai berikut:

Memiliki Butiran yang Halus
Ciri pertama batuan beku luar adalah tekstur batuan tersebut terdiri dari butiran-butiran halus. Salah satu contohnya adalah batu andesit. Batuan ini memiliki butiran halus dengan piroksen, plagioklas, hornblende, serta biotit sebagai mineral penyusunnya.

Contoh lain batuan beku luar adalah batu basalt. Batu ini memiliki tekstur dengan butiran halus, kepadatan tinggi, serta sangat berat. Berbeda dengan batu andseit, butiran halus yang dimiliki oleh batu basal berasal dari materi penyusun berupa augit, plagioklas, dan olivin.

Tidak Tersusun dari Kristal-Kristal Halus
Ciri batuan beku luar yang selanjutnya adalah tidak memiliki kristal-kristal halus layaknya batuan beku dalam dan batuan beku korok. Hal ini karena batuan beku luar terbentuk di atas permukaan bumi sehingga magma yang keluar mengalami proses pendinginan yang sangat cepat. Dengan begitu, maka kristal-kristal magma tidak akan terlihat pada batuan beku luar.

Tanpa adanya proses pengkristalan pada magma, maka batuan beku luar umumnya memiliki tekstur yang sangat halus, bahkan cenderung menyerupai kaca. Contohnya adalah batuan obsidian yang memiliki tekstur halus serta warna cerah.

Memiliki Warna yang Cerah
Sebagian besar batuan beku luar memiliki warna yang cerah jika dibandingkan dengan batuan beku dalam dan batuan beku korok. Hal ini selain dipengaruhi oleh mineral penyusun batuan tersebut, cahaya yang masuk selama proses pengerasan magma memberikan karakteristik warna cerah pada batuan beku luar. Contohnya adalah batu andesit, batuan basalt, batuan obsidian, dan batu apung.

Memiliki Rongga-Rongga
Ciri batuan beku luar yang berikutnya adalah terdapat rongga-rongga di permukaannya. Meski tak semua batuan beku luar berongga, namun hal inilah yang dapat digunakan untuk membandingkan batuan beku luar dengan batuan beku dalam dan korok.

Munculnya rongga-rongga pada batuan beku disebabkan oleh adanya gas yang terjebak selama pembentukan batuan beku luar. Gas yang terjebak di dalam magma akan menimbulkan bentuk berongga pada batuan beku luar. Contoh batuan beku luar yang memiliki rongga-rongga di dalamnya adalah batu apung.

Itulah beberapa ciri khas dari batuan beku luar. Melihat dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ciri batuan beku luar adalah memiliki butiran halus, tidak terdapat bekas pengkristalan magma, memiliki warna cerah, serta memiliki rongga-rongga.
Baca selengkapnya »
Home